Bogor Timur Darurat Sampah, Desak Pemkab Bogor Implementasikan Pengelolaan dan Pengolahan Sampah 3R

SAMPAH
Ketua Komite Kedaulatan Rakyat Bogor Timur, Mardani Kanta.

BOGORTODAY.COM Kabupaten Bogor saat ini tengah dilanda persoalan pelik akibat penumpukan sampah yang tak terkelola dengan baik akibat banyaknya tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal salah satunya yang berada dari Cilengsi hingga Jonggol.

Sampah terus menjadi masalah yang tak terselesaikan di Kabupaten Bogor. Darurat sampah, kondisi ketika sistem pengelolaan  dan keaadaran kolektif masyarakat tak cukup mamadai untuk mengatasi pencemaran lingkungan.

Penyebabnya yakni peningkatan produksi dan penumpukan sampah, dan hal ini terjadi di seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Bogor khususnya Bogor Timur.

Perlu Kolaborasi Maayarakat Aktif Dalam Menangani Persoalan Sampah. Bogor bisa berkaca dari kasus darurat sampah Yogyakarta, Depok dan Bekasi yang belakangan kembali mencuat.

BACA JUGA :  Belum Tuntas Dibangun, Gedung Swalayan di Caruban Madiun Terbakar Hebat

Ketua Komite Kedaulatan Rakyat Bogor Timur, Mardani Kanta menilai tidak berjalannya Undang – undang Nomor 18 Tahun 2008 bukan satu-satunya persoalan.

“Dalam kurun waktu 10 tahun kedepan, Kabupaten Bogor bukan tak mungkin akan mengalami hal serupa Yogya dan daerah lain jika tidak diantisipasi sejak dini,” kata Mardani Kanta.

SAMPAH
Gundukan sampah yang berada di wilayah Bogor Timur.

Organisasi yang konses tentang isu lingkungan itu menilai ada banyk metode yang bisa dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bogor dalam melakukan antisipasi persoalan sampah dimasa depan.

“Namun ia menekankan metode paling mujarab dalam penanganan persoalan sampah adalah dengan melibatkan dan beekolaborasi dengan masyarakat,” ttur ptia yang akrab disapa Encu.

BACA JUGA :  Elektabilitas Calon Bupati Bogor Jaro Ade Masih Tertinggi Hasil Survei LSI Denny JA

Dia menjelaskan, banyak metode penanganan sampah mulai dari dumping sampai dengan sanitary landfill namun itu hanya obat sementara, obat paling mujarab adalah dengan edukasi dan kolaborasi.

“Edukasi dan kolaborasi dengan masyarakat dalam penanganan problem sampah dan pengolahan sampah via metode R3 bisa jadi solusi jangka panjang” ungkap dia.

Encu menilai program desentralisasi pengelolaan sampah ke pemerintah kabupaten/kota di Kabupaten Bogor juga belum terlihat hasilnya.

“Program Desentralisasi belum keliatan hasilnya, apalagi saya mendengar truk pengangkut sampah DLH Kabupaten Bogor juga kekurangan armada, selain itu jika dengan metode Reuse,  Reduce dan Recycle, problem sampah bisa ditangani dengan cepat,” tambahnya.

======================================
======================================
======================================