10 Amalan Wanita Haid Selama Ramadhan: Panduan dan Penjelasan Berdasarkan Fiqih

6. Mengamalkan Takbir

Salah satu dzikir yang hendaknya tidak ditinggalkan untuk diucapkan adalah takbir. Terdapat anjuran untuk mengamalkan takbir dan bacaan dzikir lainnya sebanyak 33 kali.

Meskipun dianjurkan untuk melakukannya setelah sholat, tetapi bagi wanita yang berhalangan tetap bisa melakukannya dengan mengharap ridho dari Allah SWT. Diterangkan dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa bertasbih kepada Allah pada setiap selesai sholat 33 kali, bertahmid kepada Allah 33 kali, dan bertakbir kepada Allah 33 kali, kemudian mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu la syariika lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir,’ sebagai penggenap yang ke seratur kali, maka ia diampuni segala kesalahannya sekali pun sebanyak buih di laut,” (HR. Muslim).

7. Bersedekah

Wanita haid yang berhalangan menunaikan ibadah puasa maupun sholat di bulan Ramadhan dapat mengerjakan amalan berupa sedekah. Amalan ini begitu dianjurkan di dalam Islam, terutama apabila dilakukan di bulan Ramadhan.

Adapun perintah bersedekah telah disampaikan dalam firman Allah SWT melalui Surat Al-Baqarah ayat 177. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

۞ لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْاۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ ۝١٧٧

BACA JUGA :  Wasit Piala Dunia 2026 Asal Somalia Gagal Masuk Amerika Serikat, FIFA Tak Bisa Campur Tangan

Laisal-birra an tuwallû wujûhakum qibalal-masyriqi wal-maghribi wa lâkinnal-birra man âmana billâhi wal-yaumil-âkhiri wal-malâ’ikati wal-kitâbi wan-nabiyyîn, wa âtal-mâla ‘alâ ḫubbihî dzawil-qurbâ wal-yatâmâ wal-masâkîna wabnas-sabîli was-sâ’ilîna wa fir-riqâb, wa aqâmash-shalâta wa âtaz-zakâh, wal-mûfûna bi’ahdihim idzâ ‘âhadû, wash-shâbirîna fil-ba’sâ’i wadl-dlarrâ’i wa ḫînal-ba’s, ulâ’ikalladzîna shadaqû, wa ulâ’ika humul-muttaqûn.

Artinya: “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

8. Membersihkan Diri

Seperti halnya ungkapan ‘kebersihan sebagian dari iman’, ternyata hal ini dapat menjadi amalan bagi wanita haid. Membersihkan diri perlu dilakukan, terutama bagi wanita yang sedang haid karena dapat menjadi upaya bagi dirinya terhindar dari penyakit.

Tidak hanya itu saja, membersihkan diri selama haid juga menjadi ladang pahala. Sebagaimana diriwayatkan bahwa:

“Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu,” (HR. Tirmidzi).

BACA JUGA :  Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap, Kenaikan Hanya Berlaku untuk Produk Non-Subsidi

9. Beristighfar

Sebagai salah satu lantunan yang memohon ampunan kepada Allah SWT, istighfar juga dapat dibaca oleh wanita haid. Kebiasaan beristighfar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Berikut berbagai versi bacaan istighfar yang bisa diamalkan oleh wanita haid, termasuk awal Ramadhan:

أَسْتَغْفِرُ ٱللَّٰهَ

Astagfirullah.

“Aku memohon ampunan kepada Allah.”

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertobat kepada-Nya.”

10. Memberi Makan Orang Berpuasa

Meskipun tidak diperkenankan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, wanita haid bisa melakukan amalan baik berupa memberi makan orang yang sedang puasa.

Ini didasarkan pada salah satu hadits yang meriwayatkan sabda Rasulullah SAW bahwa:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang berpuasa itu sedikit pun juga,” (HR. Tirmidzi).

Demikian tadi sejumlah amalan awal Ramadhan yang dapat dikerjakan oleh seorang wanita dalam kondisi haid. Semoga membantu.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================