Polemik Dugaan Jual Beli Lahan PSU di Padurenan Makin Memanas, Warga Ancam Tunda Bayar PBB

Dugaan ini diperkuat dengan sikap aparat desa yang dianggap membiarkan atau bahkan melindungi pedagang ilegal yang telah lama menguasai lahan tersebut.

Sebagian pedagang bahkan disebut-sebut merasa aman dan tidak bertanggung jawab atas keberadaan mereka, justru mengarahkan tanggung jawab kepada desa dan Satpol PP Kecamatan Gunung Sindur.

“Ini patut dicurigai. Ada permainan apa di balik semua ini?” tegas Iwan.

RT dan RW Mundur Massal

Sebelumnya, beberapa ketua RT dan RW di perumahan Tamansari Bukit Damai telah lebih dulu mengundurkan diri sebagai bentuk mosi tidak percaya kepada Pemerintah Desa Padurenan. Mereka juga menyerahkan stempel kepengurusan ke kantor desa sebagai bentuk protes resmi.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Desakan Warga untuk Pemerintah Daerah

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar segera turun tangan menangani konflik yang telah berlarut-larut ini.

Mereka berharap ada penyelesaian yang adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan warga yang selama ini dirugikan.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

Jika tidak segera ditangani, polemik ini dikhawatirkan dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa dan mengganggu stabilitas sosial di wilayah tersebut.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal proses penyelesaian masalah ini.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================