Gerai Pelayanan Publik di RSUD Leuwiliang Perkuat Akses Layanan Masyarakat di Wilayah Bogor Barat

RSUD LEUWILIANG
FOTO : Dok. RSUD LEUWILIANG.

BOGORTODAY.COM – Gerai Pelayanan Publik (GPP) di RSUD Leuwiliang, diresmikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, selama Gebyar Adminduk beberapa waktu lalu.

“Melalui GPP di RSUD Leuwiliang ini, Pemkab Bogor melakukan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan inklusif,” ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto waktu itu.

Bupati Rudy menjelaskan, Gerai Pelayanan Publik di RSUD Leuwiliang ini adalah representasi nyata dari komitmen pemerintah yang hadir di masyarakat.

“Ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pelayan publik untuk menyediakan layanan kepada warga Bogor Barat,” kata Bupati Rudy Susmanto.

Dengan kehadiran GPP di RSUD Leuwiliang, masyarakat diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya untuk mendapatkan berbagai layanan pemerintah yang penting.

Selain itu, Bupati Rudy menegaskan bahwa program ini tidak akan berhenti di Bogor Barat. Pada 2025, Pemkab Bogor berharap untuk membangun Gerai Pelayanan Publik di wilayah strategis Bogor Timur, Tengah, Utara, dan Selatan.

“Kami tidak menginginkan banyak layanan, tetapi layanan yang mudah diakses, cepat, dan efektif. Kami ingin GPP hadir secara merata di seluruh Kabupaten Bogor pada tahun 2025, sehingga orang tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan layanan,” tuturnya.

BACA JUGA :  Mengenal Lighthouse Parenting, Pola Asuh yang Membantu Anak Mandiri Tanpa Kehilangan Arah

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan mengatakan GPP Bogor Barat menyediakan berbagai layanan publik yang terintegrasi.

GPP seperti layanan administrasi kependudukan seperti, Kartu Keluarga (KK), KTP, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA). Layanan-layanan ini diawasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Selain itu, Badan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) memberikan konsultasi perpajakan dan pembayaran pajak daerah,” kata Irwan.

Pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), pengajuan HEPDES, dan konsultasi perizinan berusaha dan non-berusaha dilakukan oleh DPMPTSP melalui sistem terintegrasi seperti OSS dan Optimis.

Irwan menyatakan bahwa kehadiran GPP ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama di wilayah Bogor Barat.

“Karena tidak semua masyarakat familiar dengan sistem digital, sehingga keberadaan GPP juga untuk memberikan pendampingan langsung,” tuturnya.

Selain itu, GPP juga menawarkan layanan tambahan seperti Surat Izin Praktek Tenaga Kesehatan dan Media serta layanan BPJS Ketenagakerjaan bagi bisnis yang mempekerjakan karyawan.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia Mobile Legends Jalani Dua Laga Penting di Kualifikasi Asian Games 2026 Hari Ini

GPP Bogor Barat beroperasi setiap hari kerja dari Senin hingga Kamis dari pukul 08.30 hingga 15.00 WIB dan Jumat dari pukul 08.30 hingga 15.30 WIB,” terangnya.

 

Saat ini, Kabupaten Bogor memiliki dua titik GPP, yakni RSUD Leuwiliang di wilayah Barat dan Rest Area Puncak di wilayah Selatan.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata, GPP akan dibangun di Utara dan Timur sesuai dengan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto,” uangkapnya.

Irwan menyatakan bahwa tidak mungkin seluruh layanan dipusatkan di Cibinong karena luasnya wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan dan 435 desa/kelurahan.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat mengakses pelayanan yang lebih dekat, lebih mudah, cepat, dan murah, tanpa bergantung pada pihak ketiga,” ujarnya.

Pemkab Bogor terus berupaya meningkatkan pelayanan publik secara berkelanjutan melalui GPP, yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan administrasi seperti perizinan. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================