
“Di dalamnya ada sebuah ikatan emosional yang kuat, juga ada ikatan sejarah yang kuat,” katanya.
Lucky menambahkan bahwa kehadiran kembali benda-benda pusaka tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya dan kebatinan Sunda. Ia menyebut pameran ini sebagai kelanjutan dari rangkaian kegiatan budaya, termasuk kirab mahkota yang telah dilakukan sebelumnya.
“Kita kemarin sudah membangun korelasi yang baik dengan menggelar kirab mahkota. Dengan ini, kami ingin menyatukan rasa dan frekuensi ikatan yang kuat di antara kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lucky menegaskan bahwa mahkota binokasih tidak hanya menjadi simbol Sumedang Larang, tetapi juga milik bersama masyarakat Sunda. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















