Kota Bogor Torehkan Prestasi, TFR di Bawah Angka Nasional

Di lokasi yang sama Deputi Bidang Pengendalian Penduduk pada Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, membacakan sambutan Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Wihaji.

Dalam surat yang dibacakan, Wihaji optimis melihat remaja saat ini yang memiliki semangat berkompetisi untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman serta relasi untuk menjadi pelaku utama Indonesia Emas 2045.

“Sehingga kita harus mendengarkan dan pertimbangkan suara generasi muda. Tema ini juga diambil mengacu pada situasi kependudukan dan dinamika yang penuh tantangan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Atasi Perlintasan Sebidang, Pemkot Bogor Siapkan Flyover M.A. Salmun dan Underpass Kebon Pedes

Dari data saat ini, sebanyak 64 juta dari total populasi penduduk Indonesia atau seperlimanya adalah remaja yang akan menjadi kekuatan strategis dan menjadi motor penggerak kemajuan Indonesia.

Bonivasius dalam kesempatan ini juga mengapresiasi Total Fertility Rate (TFR) Kota Bogor yang ada di bawah angka nasional.

Saat ini, Kemendukbangga/BKKBN juga sedang menyusun peta jalan pembangunan kependudukan yang di dalamnya terdapat indikator yang mengawal kapitalisasi bonus demografi.

BACA JUGA :  Gudang Rongsok di Babakan Madang Terbakar, Diduga Dipicu Percikan Las

“Di dalamnya ada 30 indikator, ada yang namanya mengurangi pengangguran terbuka, bagaimana juga meningkatkan pekerja formal bersamaan dengan pengembangan pekerja non formal, stunting kita perhatikan agar generasi ke depan lebih baik,” ujarnya.

Sehingga, saat ini tidak hanya fokus pada pengendalian penduduk tapi juga pembangunan dan pengembangan kependudukan yang berkualitas.

“Anak anak di Indonesia harus sekolah, sehat, karena itu menjadi modal kita bersama,”tutupnya.***

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================