Studi Baru: Pemanis Rendah Kalori Bisa Percepat Penuaan Otak

Data dari 12.722 Orang Dewasa

Penelitian ini melibatkan 12.722 orang dewasa Brasil dengan usia rata-rata 52 tahun. Mereka mengisi kuesioner tentang kebiasaan makan dan minum selama setahun terakhir.

Tim peneliti melacak konsumsi tujuh jenis pemanis rendah atau tanpa kalori, termasuk:

  • Aspartam
  • Sakarin
  • Xylitol
  • Eritritol
  • Sorbitol
  • Tagatose
  • Acesulfam K

Peserta kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat konsumsi:

  • Rendah: 20 mg per hari
  • Sedang: 66 mg per hari
  • Tinggi: 191 mg per hari
BACA JUGA :  Kabar Gembira, Perumda Tirta Pakuan Gelar Promo Pasang Baru Murah Meriah di Momentum HJB

Hasil Tes Kognitif

Selama delapan tahun, peserta menjalani tes kognitif rutin. Hasilnya:

  • Kelompok konsumsi tinggi mengalami penurunan daya ingat dan daya pikir 62% lebih cepat, serta penurunan kemampuan verbal 173% lebih cepat.
  • Kelompok konsumsi sedang mengalami penurunan daya ingat dan daya pikir 35% lebih cepat, dengan penurunan kemampuan verbal 110% lebih cepat.
BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Menariknya, efek negatif ini hanya ditemukan pada peserta berusia di bawah 60 tahun.

Catatan Penting

Hasil penelitian ini memperkuat diskusi mengenai keamanan pemanis buatan jangka panjang.

Walau sering dipromosikan sebagai alternatif sehat untuk gula, ternyata konsumsi berlebih bisa memberi dampak serius pada kesehatan otak.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================