
Dalam uji klinis yang melibatkan ratusan pasien pasca-serangan jantung, kelompok yang mendapatkan vitamin D3 dengan dosis yang disesuaikan menunjukkan angka kejadian serangan jantung kedua yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa vitamin D berperan dalam menjaga fungsi kardiovaskular dan mengurangi peradangan.
Waspada Bahaya Kelebihan Vitamin D
Meski manfaat vitamin D semakin luas, konsumsi berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Meski tergolong jarang, kelebihan vitamin D bisa memicu berbagai masalah serius.
Mengutip Cleveland Clinic, kebutuhan vitamin D harian orang dewasa adalah sekitar 600 IU, sementara lansia di atas 70 tahun membutuhkan sekitar 800 IU per hari. Asupan vitamin D tidak disarankan melebihi 4.000 IU per hari.
Kelebihan vitamin D dapat ditandai dengan berbagai gejala, seperti mual dan muntah, sembelit, dehidrasi, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan yang tidak wajar, otot melemah, hingga nyeri tulang.
Oleh karena itu, asupan vitamin D sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang mengonsumsi suplemen vitamin D dalam dosis tinggi.
Vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari, konsumsi makanan tertentu, serta suplemen bila diperlukan. Dengan kadar yang cukup dan seimbang, vitamin D tidak hanya membantu menjaga kesehatan sehari-hari, tetapi juga berpotensi mendukung umur panjang dan kualitas hidup yang lebih baik.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















