
Beberapa ahli gizi bahkan menyarankan untuk menjemur jamur yang sudah dipotong-potong di dekat jendela sebelum dimasak agar kandungan vitamin D meningkat. Cara sederhana ini bisa membantu menambah asupan vitamin D harian.
- Kuning Telur
Bagi pecinta telur, kabar baiknya adalah telur juga mengandung vitamin D, terutama pada bagian kuningnya. Satu butir telur ukuran besar mengandung sekitar 40 IU vitamin D.
Jumlah ini memang tidak terlalu besar, tetapi tetap berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan harian. Kandungannya bisa berbeda tergantung jenis ayam serta metode pemeliharaannya.
- Hati Sapi
Hati sapi juga termasuk sumber vitamin D meski dalam jumlah sedang. Dalam satu porsi (sekitar 3 ons), hati sapi mengandung kurang lebih 42 IU vitamin D.
Selain itu, hati sapi kaya akan zat besi, protein, vitamin B12, dan vitamin A yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan menjaga daya tahan tubuh.
- Susu Sapi
Banyak produk susu sapi di pasaran telah difortifikasi atau ditambahkan vitamin D. Dalam sekitar 300 ml susu sapi, terkandung kurang lebih 120 IU vitamin D.
Karena vitamin D merupakan vitamin larut lemak, penyerapannya akan lebih optimal jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat. Minum susu secara rutin bisa menjadi cara praktis untuk membantu mencukupi kebutuhan vitamin D, terutama saat paparan matahari terbatas.
Tetap Perhatikan Kebutuhan Harian
Meski makanan dapat membantu, paparan sinar matahari tetap menjadi sumber utama vitamin D alami. Jika merasa berisiko kekurangan, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah perlu tambahan suplemen.
Dengan kombinasi pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, kebutuhan vitamin D tetap bisa terpenuhi meski matahari jarang terlihat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















