
“Pertama pemdes melakukan ajuan sebanyak 1.528 ternyata yang terverifikasi itu 1.17 ada yang dabel data sebanyak 41 jadi hasilnya 395 yang belum dapet kompensasi atau tidak terdata,” tegasnya.
Menurutnya, mayoritas yang tidak menerima konpenasasi merupakan pekerja tambang di bagian buruh harian lepas dan sehingga tidak dapat penghasilan
“Kita berharap sebagai karyawan yang belum dapat ya harus segera terealisasi karena kebanyakan ini tidak tepat sasaran kita harap segera terealisasi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala desa Rengasjajar Rusli mengatakan sebanyak 200 orang pekerja tambang yang terdampak penutupan tambang tercoret di data Provinsi Jawa Barat.
“Saya juga bingung yang nyoret nya siapa. Kita mengusulkan 1.528 KK tahap kedua. Ya kita usulkan begitu terealisasi cuman 1.17,” ujarnya.
Selain itu ia menegaskan bahwa selain tidak terdata, sebagian penerima bantuan mendapatkan dua kali bantuan dan telah dicoret.
“Ada beberapa orang yang tumpang tindih, tapi sudah ketahuan kita coret,” katanya.
“Ada 395 yang murni belum mendapatkan dan sebagian besar karyawan perusahaan tambang. Sehingga mereka meminta usulan kembali,” tambahnya.
Kemudian itu, ia akan kembali mengusulkan bantuan tersebut kepada Pemprov Jabar untuk segara direalisasikan.
“Yang menyampaikan aspirasi ini kita yakinkan terdaptar dulu di data yang 1.528 itu. Ini lagi kita kroscek nanti kita akan bersurat,” pungkasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















