
Salah satu contoh yang disebutkan adalah Syekh Nawawi al-Bantani yang dikenal luas sebagai ulama besar dari Nusantara. Meski tinggal dan mengajar di Tanah Suci, beliau tetap mendapatkan penghormatan tinggi dari para ulama dan masyarakat di sana.
Namun demikian, Ma’ruf Amin juga mengingatkan bahwa memiliki ilmu saja tidak cukup. Ilmu harus digunakan dengan cara yang benar dan tidak disalahgunakan untuk tujuan yang merugikan orang lain, seperti menipu atau membohongi.
Selain ilmu, manusia juga perlu memiliki akal yang jernih atau bersih. Dalam pandangan Syekh Nawawi al-Bantani, hal ini disebut sebagai shafiyah, yaitu kondisi akal yang bersih sehingga mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Ilmu yang benar, menurut Ma’ruf, adalah ilmu yang benar-benar meresap ke dalam hati dan mampu membentuk perilaku seseorang menjadi lebih baik. Ilmu semacam ini akan menumbuhkan rasa takut kepada Allah SWT sehingga seseorang terdorong untuk menjauhi perbuatan maksiat.
Di akhir ceramahnya, Ma’ruf Amin mengajak umat Islam untuk terus menambah ilmu pengetahuan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga membawa kebaikan bagi masyarakat serta mendekatkan diri kepada Allah.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















