
Ganjar menekankan, KK yang terbit di bawah satu tahun tidak serta-merta langsung digugurkan (blacklist). Pihaknya memahami bahwa perubahan dokumen KK bisa terjadi sewaktu-waktu secara real-time karena adanya perubahan elemen data yang sah, seperti orang tua yang berganti pekerjaan, status pernikahan, atau adanya anggota keluarga yang baru lahir.
Pihak Dukcapil memastikan hak pendidikan anak tetap dilindungi, asalkan perubahan KK tersebut tidak melibatkan perpindahan alamat atau perpindahan domisili yang disengaja demi mengakali sistem zonasi.
“Kita lakukan double check demi memastikan kuncinya, yaitu tidak berubah alamat. Sepanjang alamatnya tetap sama, hak anak tersebut tidak hilang. Perubahan elemen data kependudukan itu kan real-time dan sistem kami mencatat semuanya, bahkan hingga histori operator yang menginputnya di database. Jadi data tidak bisa dimanipulasi atau di-backdate (mundur tanggal),” tegas Ganjar.
Berkat bantuan teknologi ini, beban kerja tim verifikator berkurang drastis. Jika ada 17.000 pendaftar dan secara sistem terdeteksi 10.000 di antaranya sudah berdomisili di atas satu tahun, maka petugas hanya perlu berfokus melakukan verifikasi manual pada sisa 7.000 pendaftar yang masuk kolom khusus.
Ganjar juga meluruskan kesalahpahaman yang sering terjadi di tengah masyarakat mengenai alur pendaftaran. Ia menerangkan bahwa verifikasi awal oleh Dukcapil yang berlangsung selama periode pendaftaran dari 11 Mei hingga 22 Juni 2026—bukanlah proses pemilihan jalur seleksi.
Sistem SPMB 2026 sendiri menyediakan empat jalur resmi, yaitu Jalur Domisili (Zonasi), Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua. Calon siswa baru bisa memilih salah satu dari keempat jalur tersebut setelah dokumen kependudukannya dinyatakan lolos verifikasi oleh Dukcapil.
“Fase pertama verifikasi Dukcapil itu belum memilih jalur. Jika lolos verifikasi data kependudukan, barulah siswa bisa memilih jalur yang diinginkan, baik domisili, afirmasi, prestasi, maupun mutasi. Namun, jika dari awal tidak lolos verifikasi data di Dukcapil, maka secara otomatis kesempatan untuk memilih jalur domisili dicoret. Siswa tersebut hanya bisa mendaftar lewat tiga jalur sisanya,” pungkas Ganjar.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















