BOGORTODAY.COM – Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa menyemprotkan parfum ke area leher dapat meningkatkan risiko kanker tiroid. Anggapan tersebut kerap beredar di media sosial dan menjadi perbincangan. Namun, benarkah klaim itu?
Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi RS Pondok Indah, Diani Kartini, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan parfum pada kulit leher dapat menyebabkan kanker tiroid.
Ia menyebut anggapan bahwa parfum menjadi penyebab kanker tiroid hanyalah mitos yang tidak memiliki dasar medis.
Apa Itu Kanker Tiroid?
Kanker tiroid merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel pada kelenjar tiroid mengalami perubahan menjadi abnormal dan berkembang tanpa terkendali hingga membentuk tumor ganas.
Kelenjar tiroid sendiri berada di bagian depan leher dan berperan penting dalam menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh.
Meski penyebab pasti kanker tiroid belum diketahui, para ahli telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Tiroid
Beberapa kondisi yang diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker tiroid antara lain:
- Paparan radiasi, terutama pada area kepala dan leher, misalnya akibat terapi radiasi atau paparan radiasi medis tertentu, khususnya saat masih anak-anak.
- Faktor genetik atau keturunan, yakni memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker tiroid.
- Kekurangan yodium, yang dapat memicu pembesaran kelenjar tiroid (gondok) dan membuat jaringan tiroid lebih rentan mengalami gangguan.
Menurut Diani, di antara berbagai faktor tersebut, paparan radiasi menjadi salah satu yang paling perlu mendapat perhatian karena telah terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko kanker tiroid.
Bolehkah Parfum Disemprotkan ke Leher?
Jawabannya, boleh.
Penggunaan parfum pada area leher untuk aktivitas sehari-hari tidak terbukti menyebabkan kanker tiroid. Hingga kini belum ada mekanisme ilmiah yang menunjukkan bahwa kandungan parfum yang mengenai permukaan kulit dapat memicu terbentuknya sel kanker pada kelenjar tiroid.
Meski demikian, penggunaan parfum tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan masalah pada kulit, terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif.
Mengapa Muncul Anggapan Parfum Bisa Menyebabkan Kanker?
Kekhawatiran tersebut kemungkinan muncul karena sebagian orang mengaitkan kandungan bahan kimia tertentu dengan sifat karsinogenik atau pemicu kanker.
Padahal, menurut Diani, tidak semua zat kimia otomatis menyebabkan kanker. Risiko suatu zat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis bahan, besarnya dosis paparan, lamanya kontak dengan tubuh, serta cara zat tersebut bekerja terhadap jaringan.
Artinya, keberadaan bahan kimia dalam parfum tidak bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab kanker tiroid.
Tips Aman Menggunakan Parfum
Agar tetap nyaman dan meminimalkan risiko iritasi kulit, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memakai parfum:
- Gunakan parfum secukupnya dan tidak berlebihan.
- Hindari menyemprotkan parfum pada kulit yang sedang terluka atau mengalami iritasi.
- Bagi pemilik kulit sensitif, lakukan uji coba pada area kecil sebelum digunakan secara rutin.
- Simpan parfum sesuai petunjuk penyimpanan agar kualitas dan kandungannya tetap terjaga.
Dengan demikian, anggapan bahwa menyemprotkan parfum di leher dapat menyebabkan kanker tiroid tidak didukung oleh bukti ilmiah. Selama digunakan dengan benar dan tidak menimbulkan reaksi pada kulit, parfum tetap aman dipakai sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Jika muncul benjolan di leher atau keluhan yang mengarah pada gangguan tiroid, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















