
BOGOR-TODAY.COM – Pabrik nakal di kawasan Timur Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kembali bikin ulah hingga dikeluhkan warga sekitar lantaran bau menyengat dan alirasn sungai yang terlihat menghitam.
Ulah pabrik ‘nakal’ itu membuat Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) turun tangan menelusuri sumber pencemaran sungai Cileungsi.
“Kami kembali melakukan penelusuran sungai Cileungsi mulai dari hilir hingga ke hulu,” ujar Ketua KP2C Puarman, Selasa (22/8/2023).
Menurutnya, penelusuran diawali dari Pertemuan Cileungsi Cikeas (P2C) yang merupakan titik nol kali Bekasi. Pada titik ini, kata dia, terlihat jelas perbedaan warna air sungai Cikeas dan Cileungsi.
Ia menyebut, air sungai Cikeas berwarna coklat normal sedangkan air sungai Cileungsi hitam pekat serta bau menyengat.
“Terlihat gradasi warna mencolok serta ikan-ikan yang menggelepar di pertemuan dua sungai tersebut. Setelah pertemuan sungai Cikeas dan Cileungsi namanya menjadi kali Bekasi,” ungkap Puarman.
Kemudian, penelusuran dilanjut ke hulu Curug Parigi yang sisi baratnya masuk wilayah Kabupaten Bogor sedangkan sisi timur wilayah Kota Bekasi.
“Di Curug Parigi ini air sungai berwarna hitam, bau dan berbuih serta ikan banyak yang mati,” jelasnya.
Ia menjelaskan, penelusuran selanjutnya yakni di Jembatan Canadian, Kota Wisata yang kiri kanannya masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor. Puarman mengaku, air sungai juga hitam dan berbau.
“Dari temuan ini, terlihat jelas kondisi pencemaran sudah terjadi pada sungai Cileungsi di wilayah Kabupaten Bogor sebelum masuk kota Bekasi,” terang dia.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














