BOGORTODAY.COM – Sebuah video yang memperlihatkan aksi sejumlah guru SD menyeberangi jembatan gantung rusak di Desa Limbur Merangin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Jambi, viral di media sosial.
Para guru ini rela mempertaruhkan nyawa demi bisa sampai ke sekolah tempat mereka mengajar dan mengawasi ujian para siswa.
Jembatan gantung sepanjang 142 meter dengan lebar satu meter itu merupakan akses utama warga setempat, termasuk guru dan pelajar.
Kini kondisinya memprihatinkan: kabel baja putus, lantai berlubang, dan struktur yang keropos akibat usia bangunan yang sudah lebih dari 15 tahun. Mirisnya, sejak dibangun pada tahun 2006, belum ada perbaikan besar, meski kerusakan mulai terjadi bertahun-tahun lalu.
Dalam video yang beredar, tampak para guru berjalan di atas tali baja yang tersisa, dengan derasnya arus sungai di bawah mereka.
Momen mendebarkan itu terjadi saat para guru tetap memaksa menyeberangi jembatan demi membawa lembar soal ujian bagi siswa-siswi mereka.
“Memang jembatan itu dalam proses perbaikan, tapi karena hari itu kebetulan saya yang memegang lembar soal ujian anak-anak, kami dari guru-guru yang ada kemarin itu memberanikan diri untuk menyeberangi,” ujar Risma, salah satu guru SD di lokasi kejadian.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















