
BOGORTODAY.COM – Keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memberhentikan sementara aktivitas pertambangan quarry di wilayah barat Kabupaten Bogor memunculkan riak pro dan kontra di tengah masyarakat.
Warga dibuat resah karena puluhan ribu pekerjaan dan sumber nafkah yang selama bertahun-tahun bertumpu pada aktivitas tambang kini terancam terguncang.
Namun di balik kegelisahan itu, Pengamat Sosial Feri Firdaus menilai langkah gubernur justru memiliki logika yang cukup kuat. Menurutnya, keresahan warga wajar terjadi, tetapi keputusan gubernur tetap bisa dianggap rasional.
“Ini bisa jadi bukan sekadar penghentian, melainkan sebuah strategi manajemen konflik,” kata Feri, Senin (29/9/2025).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut mendorong pengusaha tambang agar lebih terbuka, taat regulasi, serta bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Tujuan utamanya jelas, perusahaan harus mengambil peran penuh demi terwujudnya jalur khusus angkutan tambang,” katanya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















