BOGORTODAY.COM – Pembangunan Jalan Poros Cileuksa di perbatasan Jawa Barat–Banten dengan panjang 1,6 kilometer telah rampung, sejumlah kebutuhan pendukung dinilai masih terus dibutuhkan untuk memberikan rasa aman masyarakat.
Kepala Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Ujang Ruhyadi, menegaskan pentingnya pemasangan penanda tapal batas dan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur tersebut.
Menurut Ujang, penerangan jalan menjadi kebutuhan utama demi menjaga keselamatan dan keamanan warga, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari
“PJU ini penting, apalagi banyak warga yang pulang bekerja malam, anak-anak, dan keluarga yang melintas. Dengan penerangan, risiko kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” ucapnya, Rabu (21/1/2026).
Selain faktor keamanan, penerangan jalan juga berfungsi untuk membantu warga memantau kondisi cuaca serta situasi lingkungan, mengingat kawasan perbatasan tersebut masih tergolong rawan dan minim fasilitas pendukung.
Ujang juga menyoroti belum adanya penanda atau penciri tapal batas yang jelas antara wilayah Jawa Barat dan Banten. Menurutnya, keberadaan tugu atau penanda batas wilayah sangat penting agar masyarakat mengetahui secara pasti batas administrasi antardaerah.
“Minimal dari ujung ke ujung itu ada penciri. Kalau ini batas kabupaten atau batas provinsi, harus jelas. Jangan sampai warga bingung,” tegasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















