Filosofi Atap Rumah China, Bubungan Naik Diyakini Pembawa Keberuntungan

China
Ilustrasi Atap Rumah China. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Arsitektur China dikenal tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga sarat dengan filosofi dan makna simbolis. Salah satu elemen yang paling mencerminkan hal tersebut adalah bentuk atap bangunannya.

Dalam kepercayaan masyarakat China, bagian bubungan atau nok atap memiliki peran penting karena diyakini dapat membawa keberuntungan bagi penghuninya.

Bubungan atau nok atap merupakan garis panjang di bagian paling atas atap yang menghubungkan dua sisi atap yang miring ke bawah. Secara umum, bentuk atap ini menyerupai karakter “人” (rén) yang berarti manusia atau laki-laki. Filosofi ini mencerminkan keseimbangan antara manusia, alam, dan langit.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Bogor Ajak Warga Jaga Persatuan

Berbeda dengan rumah-rumah di Indonesia yang umumnya memiliki bubungan atap lurus, bubungan atap di China justru dibuat agak naik ke atas. Model atap seperti ini dikenal dengan sebutan atap Yingshan.

Bubungan Menukik ke Atas dan Makna Simbolis

Mengutip China Daily, bubungan atap Yingshan yang melengkung ke atas akan membelah menjadi dua bagian, menyerupai ekor burung layang-layang. Bentuk ini dipercaya mampu mengalirkan energi positif sekaligus menghalau nasib buruk.

Pada bangunan besar atau rumah milik kalangan berada, desain bubungan atap bahkan dibuat lebih kompleks. Selain sebagai penanda status sosial pemiliknya, bentuk tersebut juga diyakini dapat mencegah roh jahat masuk ke dalam rumah.

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Makna di Balik Genteng dan Talang Air

Filosofi tidak hanya berhenti pada kerangka atap. Material genteng yang digunakan pun memiliki makna tersendiri. Di kawasan Jinjiang, China, banyak rumah kuno menggunakan genteng merah yang dipasang dengan pola melengkung dan tumpang tindih.

Pola pemasangan ini berfungsi menciptakan segel kedap air sehingga hujan tidak mudah merembes ke dalam bangunan. Menariknya, bentuk genteng ini sekilas mirip dengan genteng tradisional yang sejak lama digunakan di Indonesia.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================