BOGORTODAY.COM – Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas minuman seperti kopi susu gula aren ikut membentuk anggapan bahwa gula aren merupakan alternatif yang lebih sehat dibanding gula pasir.
Label “alami” yang melekat sering membuat orang merasa lebih aman mengonsumsinya—bahkan tanpa sadar meningkatkan jumlah asupan gula harian.
Namun, apakah benar gula aren memberikan dampak yang lebih baik bagi tubuh? Atau sebenarnya perbedaannya tidak terlalu signifikan, terutama dalam hal pengaruh terhadap gula darah?
Asal Persepsi “Lebih Sehat”
Pandangan bahwa gula aren lebih sehat tidak muncul tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang berperan.
Pertama, proses pembuatannya dianggap lebih alami. Gula aren berasal dari nira pohon palma dan umumnya diproses secara sederhana tanpa rafinasi intensif seperti gula pasir. Citra “alami” ini sering diasosiasikan dengan pilihan yang lebih baik, meskipun tidak selalu sejalan dengan nilai gizinya.
Kedua, gula aren memang mengandung sejumlah kecil mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi. Namun, kandungan ini sangat terbatas dan tidak cukup besar untuk memberikan manfaat kesehatan berarti dalam jumlah konsumsi normal.
Ketiga, tren minuman modern turut memperkuat persepsi tersebut. Banyak produk minuman mengklaim menggunakan gula aren sebagai opsi “lebih sehat”, yang pada akhirnya mendorong konsumsi gula tanpa disadari.
Padahal, terlepas dari proses dan kandungan minor tersebut, gula aren tetap termasuk gula tambahan yang tinggi kalori dan minim zat gizi penting.
Perbandingan Komposisi dan Dampaknya
Jika dilihat dari komposisi, gula aren dan gula pasir sebenarnya tidak jauh berbeda. Keduanya didominasi oleh sukrosa, yaitu jenis gula sederhana yang akan dipecah menjadi glukosa dalam tubuh.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















