BENDERABOGOR TODAY – Menyam­but perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-71, hampir di seluruh ruas jalan di kota-kota se-Indonesia dihiasi oleh bendera merah putih. Seperti yang terdapat di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor, Jawa Barat.

Namun, hiasan bendera Merah Putih yang ada jus­tru dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan un­tuk mencuri bendera dan umbul-umbul yang terpasang di ruas jalan Kota Bogor.

Pengurus Komunitas Bo­gor Sahabat (Bobats), Jimmy Carter mengatakan, sudah banyak pencurian bendera dan umbul-umbul yang ter­pasang di ruas jalan Kota Bo­gor.

“Hampir setiap hari ada saja bendera sama umbul-umbul yang dipasang di jalan banyak yang hilang diambil orang,” kata Jimmy, Jumat (12/8/2016).

Jimmy menambahkan, sedikitnya 200 bendera hi­lang dicuri. Ada beberapa ke­mungkinan penyebab pencu­rian bendera, bisa jadi warga yang ingin memiliki atau un­tuk dijual kembali.

“Kalau mencuri kemu­dian dipasang di rumah sih masih kami tolerir. Tapi kalau untuk dijual lagi kami sangat menyayangkan,” tambahnya.

Untuk itu, Tim Bobats akan melakukan pengawasan secara intensif terhadap ben­dera dan umbul-umbul yang terpasang di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor.

“Sebetulnya tiap hari kami kontrol. Tapi kami juga berharap ada peran serta dari warga Bogor untuk ikut menjaganya. Kalau ada yang mengambil tolong diingat­kan. Jika copot harusnya malah diperbaiki bukan di­ambil,” ungkapnya.

Dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ini, Bobats berencana akan memasang sebanyak 30 ribu bendera dan umbul-umbul di setiap ruas jalan Kota Bogor.

“Sudah 5.000 bendera dan umbul-umbul yang ter­pasang. Ini inisiatif Bobats sekaligus arahan dari Sekre­taris Negara untuk menghias jalan terutama di seputaran Istana Bogor dan Kebun Raya,” jelasnya.

Pemasanggan bendera merah putih ini selain dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus bertujuan menggunggah dan memupuk jiwa nasionalisme khususnya untuk warga Kota Bogor.

“Sekarang di halaman ru­mah warga saja sudah jarang terlihat bendera saat 17 Agus­tus. Makanya kita ingin keg­iatan itu dilestarikan jangan sampai hilang,” pungkasnya. (Abdul Kadir Basalamah)