Home All Sport SepakBola Nasional Kerusuhan lagi, Menpora Ancam Berhentikan TSC

Kerusuhan lagi, Menpora Ancam Berhentikan TSC

0
146

12b0b7e036c74b18b46ce5d1d4f500aaOleh : IMAM BACHTIAR
[email protected]

JAKARTA, TODAY-Menteri Pemuda dan Olahraga (Men­pora), Imam Nahrawi, merasa sangat kesal dengan kerusu­han suporter yang terjadi di laga lanjutan Torabika Soc­cer Championship (TSC) antara PS TNI melawan Persegres Gresik United di Stadion Petrokimia, Gresik, Minggu (22/5). Ia pun mengancam bila kerusuhan su­porter terulang lagi akan menghenti­kan ajang tersebut.

Sebagaimana diketahui, laga yang ber­kesudahan dengan skor imbang tanpa gol ini harus tercoreng. P a s a l ny a , pada pertand­ingan tersebut terjadi kerusu­han yang me­nyebabkan be­berapa suporter terluka, berun­tung tak ada kor­ban jiwa dalam kerusuhan itu.

Namun, sekitar 50 orang su­porter yang mayoritas berasal dari pendukung Gresik United harus dilarikan ke rumah sakit, lantaran mengalami luka serius. Bahkan, di antara para korban itu adalah wanita dan anak-anak.

“Adanya kejadian seperti itu artinya enggak ada kepastian dan jaminan terhadap keamanan suporter yang datang langsung. Jadi kalau suporter enggak ada jaminan sementara korban terus berjatuhan buat apa TSC diteruskan,” kata Imam di sela-sela acara penutupan Tour de Flores 2016 yang berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lebih lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan ingin melihat regu­lasi yang sudah dibuat PT Gelora Trisula Semesta (GTS), selaku penyelenggara ajang ini. Sebab ia menilai ada yang salah dari regu­lasi yang ada.

“Saya mau lihat regulasinya nanti itu harus betul-betul me­mastikan ada tindakan tegas kepada klub dimana suporter itu harus diberikan arahan agar kejadian seperti tidak terulang lagi,” ucapnya.

“Bagi yang melanggar harus diberikan sanksi yang berat, con­tohnya mendapat sanksi berupa pengurangan poin, denda, dan pencoretan klub dari ajang ini,”

PSSI Panggil PT GTS

PSSI merasa Torabika Soc­cer Championship (TSC) sudah menjadi wilayah mereka sejak sanksi FIFA dicabut. Melihat ban­yaknya kerusuhan yang terjadi, PSSI akan memanggil PT. Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku op­erator kompetisi.

Sejak bergulirnya TSC yang dikelola oleh PT. GTS, sejumlah insiden telah terjadi. Salah sa­tunya adalah tewasnya supor­ter Persija Jakarta, Muhammad Fahreza, yang disebut-sebut akibat dipukuli oleh oknum aparat saat laga berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Tak hanya itu, bentrokan antarsuporter juga terjadi pada pertandingan antara Persegres Gresik United melawan PS TNI di Stadion Petrokimia, Minggu (22/5). Ada sekitar 50-an supor­ter yang mengalami luka-luka dan patah tulang akibat kejadian tersebut.

Ketua Umum PSSI Semen­tara, Hinca Pandjaitan, sangat menyesalkan kejadian tersebut, yang dinilainya lantaran kurang­nya keamanan. Oleh karenanya, PSSI ingin mendengar langsung penjelasan dari PT. GTS pada pertemuan Rabu (25/5) men­datang.

“Berkaitan dengan kompe­tisi di bawah GTS dalam dua minggu terakhir, kami menye­salkan jatuhnya korban di pihak penonton dan pemain. Exco PSSI mengatakan bahwa PSSI berempati sangat terhadap kelu­arga, belasungkawa yang dalam kepada korban yang telah ber­jatuhan,” ujar Hinca.

PSSI meminta kepada GTS untuk memperbaiki cara kerja terutama security, agar tidak jatuh korban lagi. Maka hari ini pihaknya mengirimkan surat un­tuk memanggil GTS pada Rabu (25/5), agar melaporkan yang terjadi dan bagaimana mengan­tisipasinya.

“Sekadar diketahui pertand­ingan yang dikelola GTS ini ketika PSSI belum on. Karena ini sudah on, maka seluruh pertandin­gan di seluruh wilayah Inonesia adalah wilayah PSSI. Maka itu kami akan memanggilnya untuk mencari jalan keluar bagaimana mencegah kejadian serupa di pertandingan-pertandingan se­lanjutnya,” kata dia.

(net)