CIBINONG TODAY – Peran serta pemuda di Kabupaten Bogor dalam pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati Bogor sangatlah penting. Untuk itu, satu hari menjelang pencoblosan, pengurus DPD KNPI Kabupaten Bogor menyampaikan aspirasi kepada ke lima pasangan calon yang akan ditentukan nasibnya pada 27 Juni 2018 esok.

“Ini merupakan hasil dari deklarasi Gerakan Politik Kaum Muda untuk Pilkada Bersih 2018, detik – detik menyambut bupati baru Kabupaten Bogor periode 2018-2023 yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2018 di Hotel Olympic Renotel-Sentul beberapa waktu lalu,” ujar Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, M. Burhani.

Hasil diskusi rembuk bersama organisasi kepemudaan dan pengurus PK KNPI se-Kabupaten Bogor juga dihadiri KPU dan Panwaslu Kabupaten Bogor maka, dengan ini pemuda Kabupaten Bogor memberitahukan dan menyampaikan aspirasi kepada seluruh pasangan calon bupati Bogor.

“Kami seluruh pemuda Kabupaten Bogor turut menyambut dan mensukseskan penyelenggaran pilkada bupati Bogor untuk periode 2018-2023 dengan riang gembira,” kata Burhan – sapaan akrabnya.

Menurut Burhan, KNPI berperan strategis bersama seluruh 83 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berhimpun di KNPI dan seluruh pengurus kecamatan PK KNPI di 40 kecamatan untuk melakukan pemantauan pelaksanaan pilkada pada hari H di 435 Desa/Kelurahan dan TPS di kecamatan masing – masing demi terselenggaranya pilkada bersih dan demokratis.

“Komposisi kaum muda yang mencapai 45 persen dalam rentang usia produktif 18-40 tahun di Kabupaten Bogor mendorong dan mendesak bupati terpilih untuk lebih meningkatkan fasilitasi dan pemberdayaan kaum muda dengan menuntaskan regulasi melalui Perda Pelayanan Kepemudaan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, dalam melakukan optimalisasi bonus demografi kami Mendorong Penciptaan Lapangan kerja baru bagi kaum muda di saat rentang usia transisi pemuda di tengah era modernitas hari ini.  Maka perlu di lakukan strategi politik afirmasi kebijakan pengembangan Young Preneur dan Permberdayaan wirausaha baru yang terukur dan tepat sasaran jangan hanya sebatas menjadi asesoris program semata.

“Selain itu, pemberdayaan generasi muda membutuhkan strategi kebudayaan. Dengan strategi tersebut generasi muda bukan lagi sebagai objek, melainkan sebagai subjek. Pelibatan peran otoritas dalam partisipasi pembangunan harus di lakukan di mulai dari perencanaan agar menjadi lebih berdaya dan di berdayakan,” pinta Burhan.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Bidang Politik DPD KNPI Kabupaten Bogor, Sulhan Kelana Bumi (SKB). Menurut Sulhan – sapaan akrabnya, perlu adanya pembangunan pusat layanan kepemudaaan (Youth Center Service) di setiap kecamatan, dengan memberikan ruang publik yang respresentatif yang akan  menstimulasi  kreatifitas anak muda, inovasi, dan pemberdayaan yang berkesinambungan.

“Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang begitu luas, dengan penduduk yang padat, di butuhkan kepastian dan strategi pemekaran wilayah barat, kota cibinong raya dan timur dengan strategi jangka panjang membentuk Propinsi tersendiri. sehingga rentang kendali menjadi lebih dekat, akselerasi pembangunan juga akan makin masif,” tutur Sulhan.

Perubahan sistem atau kultur birokrasi kedepan harus berpusat pada sevices (pelayanan) kepada kemaslahatan masyarakat, bukan justru sibuk melakukan rutinitas pelayanan terhadap diri sendiri.

“KNPI sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan, bukan hanya berperan secara taktis tapi juga sebagai kelompok strategis dalam mengisi ruang-ruang pembangunan. Sinergitas antara pemerintah dan pemuda/KNPI di harapkan kedepan tetap terjalin secara baik dan berkesinambungan,” pungkasnya. (Iman R Hakim)