Untitled-1Alhamdulillah ja’ala romadhoona syahron mukarroman, asyhadu an laa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasulullah, wa sholatu wa salaamu ‘ala rosulillah muhammad ibni ‘abdillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa man waalahu, Amma ba’du : Fa Yaa ayyuhas shooimuuna rohimakumullah, it­taqullaha haqqo tuqaatihi wa Laa tamuutunna illa wa antum muslimuun. Qoola Allahu jalla wa ‘alaa : “Yaa ayyuhalladziina aamanuu ku­tiba ‘alaykumusshiyaamu kama kutiba ‘alalladziina min qoblikum La’allakum tattaquun”

Hadirin Rahimakumullah

Perjalanan hidup manusia di dunia ini adalah laksana pengem­baraan yang berakhir di taman kebahagian, manusia dituntut memiliki bekal hidup yang cukup untuk menempuh perjalanan hid­up sebab pemberhentian terakh­irnya adalah taman kebahagiaan itu atau yang kita sebut dengan Darussalam (salah satu nama sur­ga). Dan sebagaimana yang difir­mankan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqoroh ayat 197:

“Bawalah bekal, karena ses­ungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah ke­pada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat “

Ketakwaan dikatakan oleh Al­lah SWT sebagai bekal manusia yang paling baik sebab dengan dasar ketakwaan itu manusia bisa menjalankan semua apa yang su­dah digariskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya baik itu dalam bentuk perintah-Nya maupun larangan-Nya. Bahkan dalam ayat yang lain Allah SWT mengatakan:

“Dan bersegeralah kamu men­cari ampunan dari Tuhan-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dise­diakan bagi orang-orang yang ber­takwa “ (Ali Imran : 133).

Jelas sudah melalui 2 (dua) ayat ini bahwa Ketakwaan me­miliki keutamaan yang luar bi­asa bagi hamba-hamba Allah SWT, terutama bagi mereka yang mengharap ridho-Nya. Takwa sebagai bekal terbaik dan Takwa menjadi syarat utama bagi mer­eka yang berharap surganya Al­lah SWT.

Hadirin Rahimakumullah

Oleh karena surga itu hanya dapat dimasuki oleh orang-orang yang bertakwa, maka melalui iba­dah puasa dibulan Ramadhan, Allah jadikan Ramadhan berikut semua peribadatan yang ada di­dalamnya sebagai washilah atau sarana penghubung menuju ket­akwaan. Sebagaimana sasaran dari puasa ramadhan itu sendiri yakni agar kita senantiasa men­jadi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqoroh : 183 ,

“Wahai orang-orang yang beri­man! Diwajibkan atas kamu ber­puasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa “.

Menjadi hamba-Nya yang ber­takwa butuh perjuangan yang keras tidak semudah seperti kita membalikkan telapak tangan, dan tidak ada sekolah khusus untuk mendapat gelar ketakwaan ini.

Namun melalui firman-Nya yang termaktub di surat Al-Baqoroh ayat 183 itu Allah SWT menjanjikan siapa saja daripada hamba-hambanya yang beriman kemudian menjalankan ibadah puasa dengan jalan meninggal­kan segala kenikmatan dunia seperti makan, minum, meng­gauli istri serta menjaga diri dari perkara-perkara tercela maka Al­lah jadikan orang tersebut men­jadi hamba yang bertakwa.

Dalam sebuah hadits qudsi Al­lah SWT berfirman:

“ Seluruh amalan anak Adam itu kembali untuknya kecuali Pua­sa, karena sesungguhnya puasa itu untukku, dan aku yang akan membalasnya “ (HR.Bukhori)

Ibadah puasa adalah ama­lan yang unik karena tidak ada seorang pun yang mengetahui seorang hamba puasa atau tidak kecuali dirinya sendiri dan Al­lah SWT. Dari sinilah Allah SWT memberikan pendidikan secara langsung kepada kita para ham­ba-hamba-Nya bahkan Dia harus turun tangan langsung memberi ganjaran pahalanya sebagaimana hadits qudsi diatas.

Hadirin Rahimakumullah

Bulan Ramadhan ini memilki banyak keutamaan dan keistime­waannya, sampai-sampai demi menjaga kemuliaan dan kehor­matan bulan tersebut Allah jelas­kan melalui lisan Rasul-Nya bah­wa Syetan-syetan dibelenggu dan siksa kubur pun dihentikan un­tuk sementara waktu. Dan tidak cukup disitu, semua amal sholeh yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang berpuasa dilipat gandakan sampai mencapai 70 kali lipat. (Subhanallah)

Begitu banyak hadits-had­its yang menerangkan tentang keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan yang telah disampai­kan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya ini semua dalam rangka menggapai Ketakwaan yang sem­purna. Bahkan dalam sebuah ket­erangan hadits riwayat Ibnu Khu­zaimah nabi bersabda :

“Seandainya setiap hamba mengetahui yang ada dalam bu­lan Ramadhan, umatku akan berharap seandainya setahun itu bulan Ramadhan”(H.R. Ibnu Khu­zaimah)

Hadirin Rahimakumullah

Melalui ibadah puasa dibulan Ramadhan Allah SWT mendidik dan mengajarkan kepada kita nilai-nilai kesabaran, kejujuran, qona’ah, rendah hati, toleran dan tentunya dengan pembiasaan mengamalkan ibadah-ibadah yang pokok dan yang sunnah melalui itu semua maka akan tercapailah apa yang di firmankan Allah SWT diakhir dari surat Al-Baqoroh ayat 183 yaitu “ Agar kalian senantiasa bertakwa kepada Allah SWT “ atau dengan kata lain agar kita mendapat predikat Muttaqin (Hamba yang bertakwa).

Semoga Allah SWT memberi­kan taufiq serta ‘inayah-Nya ke­pada kita semua agar kita mampu menjalankan semua amal sholeh sepanjang bulan ramadhan ini dan kita yang tak kalah pent­ingnya kita berharap agar Allah SWT menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang bertak­wa. Aamiin.

”Barokallah liy walakum fil quranil karim, wa nafa’ana wa iyyakum bima fiihi minal aayati wa dzikril hakim aquulu qouliy hadza wa astaghfirullaha liy wala­kum wa lisaairil mu’minina wal mu’minat wal muslimiina wal muslimaat fastaghfiruuhu innahu huwal ghofururrohiim “.

Oleh : Ustadz Saiful Bahri, S.PdI

Staf.Pengajar SMK Borcess dan Da’i Al-Amin/Aliansi
Asatidz Muda Indonesia

loading...