IMG_20150415_081311

TRANSPORTASI sarana jalan merupakan unsur yang cukup penting dalam menunjang kemajuan pembangunan suatu daerah, disamping dapat memperlancar arus kegiatan ekonomi dan dapat pula mempermudah mobilitas penduduk antar daerah serta pariwisata

Oleh: SANDI M. ILHAM

Keberadaan jalan bebas hambatan (tol) Jagorawi dan Cipularang telah mempermudah ak­ses menuju Kota Bogor. Selain itu keberadaan infrastruktur ja­lan yang melintas dari wilayah Jakarta, Banten, Tanggerang, Depok, Cianjur dan Sukabumi telah menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu kota transit dengan lalu lintar kendaraan yang cukup ramai. Aksesibilitas menuju dan dari kota ini relatif mudah dengan adanya jalan-ja­lan alternatif serta moda trans­portasi umum yang cukup leng­kap mulai dari kereta api, bis, taksi, angkutan umum, ojek, bemo, beca, delman dan moda transportasi lainnya.

Wisatawan Internasional

Wisatawan Internasional Yang Berkunjung Ke Kota Bo­gor? Dalam skala regional, Kota Bogor merupakan salah satu destinasi pariwisata, yang cukup di kenal terutama di wilayah Jakarta, Tanggerang, Bekasi, Banten, Kerawang dan wilayah Jawa Barat lainnya. Kunjungan wisatawan di domi­nasi wisatawan domestik den­gan maksud menikmati suasana liburan akhir pekan dan libur sekolah, baik secara individu atau berkelompok bersama te­man dan keluarga. Jumlah kun­jungan wisatawan ke kota ini mengalami kecenderungan me­ningkat setiap tahunnya.

1. Karakteristik Wisatawan Karakteristik wisatawan inter­nasional yang berkunjung ke Kota Bogor sangat beragam dan datang dari berbagai negara di dunia. Wisatawan internasional yang berkunjung di dominasi oleh laki laki yaitu sebanyak 65% dan sisanya sebanyak 35% merupakan wanita. Sebanyak 58% wisatawan sudah menikah dan 42% wisatawan belum me­nikah. Berdasarkan kelompok umur juga sangat beragam, mulai dari; anak anak, remaja, dewasa serta orang tua.. Seban­yak 2% wisatawan berasal dari kelompok umur kurang dari 16 Tahun, 16% berada pada ke­lompok umur 16 sampai 24 Ta­hun, 27% berasal dari kelompok umur 25 sampai 34 Tahun, 28% berasal dari kelompok umur 35 sampai 44 Tahun serta 6% be­rasal dari kelompok umur 55 sampai 64 Tahun. Wisatawan berasal dari berbagai negara yang berasal dari berbagai benua, seperti; America, Ero­pa, Asia, Afrika and Australia. Sebanyak 14 wisatawan ber­asal dari America, 14 Inggris, 11 Arab, 10 Belanda, 10 Australia, 7 France, 6 Turkey, 6 Canada, 6 Swedia, 4 Swiss, 4 China, dan negara lain nya. Tingkat pendidikan wisatawan relatif cukup tinggi, yaitu; akademi dan kuliah. Wisatawan memi­liki sebaran pendapatan bera­gam, mulai dari kurang 1000 U$ sampai lebih dari 5000 U$. Dari 36 wisatawan yang men­jawab, sebanyak 16 wisatawan berprofesi sebagai pelajar, 3 se­bagai dosen, 2 tenaga pengajar, 1 pemandu wisata, 1 staf LSM, 3 Sekretaris, 1 polisi, 1 pemasar, 1 ibu rumah tangga, 2 diplomat dan 5 pengusaha. Kunjungan perjalanan menunjukan seban­yak 21% wisatawan melalukan perjalanan sendirian, 34% wisa­tawan bersama keluarga dan 34% wisatawan bersama teman. Sebagian lagi, yaitu sebanyak 3% wisatawan melalukan kun­jungan kerja (kantor), 3% wisa­tawan melalukan kunjungan dengan bantuan tour operator dan 5% wisatawan tidak men­jawab.

2. Informasi, Motif dan Maksud Kunjungan Sebanyak 10% wisatawan mendapat infor­masi tentang Kota Bogor dari media cetak dan elektronik, 25% melalui Internet, 10% me­lalui keluarga, 40% melalui te­man, 11% melalui perusahaan pariwisata dan 4% wisatawan memperoleh dari sumber in­formasi lainnya. Wisatawan me­mutuskan berkunjung dengan dorongan (motif ) dari diri send­iri sebanyak 33%, dorongan dari keluarga 25%, dorongan dari teman 38% dan pengaruh dorongan perusahaan biro per­jalanan sebanyak 4%. Seban­yak 11% dari wisatawan men­gunjungi Kota Bogor memiliki maksud untuk bekerja, 71% berkunjung dengan maksud leisure dan rekreasi, 10% ber­maksud mengunjungi keluarga, 6% berkunjung dengan maksud pendidikan dan penelitian serta 2% memiliki maksud kunjungan lainnya

3. Tingkat Ketertarikan, Mi­nat dan Kepuasan Tingkat ket­ertarikan wisatawan internasi­onal menunjukan sebanyak 2% wisatawan menyatakan tidak tertarik, 3% kurang tertarik, 7% biasa saja, 48% tertarik dan 40% menyatakan sangat tertarik ter­hadap destinasi dan daya tarik serta pengalaman berwisata nya di Kota Bogor.

Sebanyak 64% wisatawan menyatakan minatnya ter­hadap kondisi alam, 14% wisa­tawan terhadap kondisisosial dan budaya masyarakat, 11% wisatawan terhadap peningga­lan dan sejarah Kota Bogor, 8% wisatawan terhadap hiburan dan belanja di Kota Bogor dan 1% yang menyatakan lainnya. Tingkat kepuasan wisatawan berada pada tingkat menikmati sebanyak 94% dan tidak menik­mati sebanyak 6%. Sebanyak 97% wisatawan internasional yang mengunjungi dan melaku­kan aktivitas wisata di Kota Bo­gor merasa puas dan sebanyak 3% wisatawan tidak merasa puas atas pengalaman perjala­nan yang di lakukan di Kota Bogor

4. Lama Tinggal, Akomodasi dan Pengeluaran Wisatawan Lama tinggal wisatawan inter­nasional bervariasi mulai dari 1 hari sampai satu minggu serta ada wisatawan yang menjawab lebih dari satu minggu. Persen­tase wisatawan yang menjawab tinggal 1 hari sebanyak 9%, 2 hari 1 malam sebanyak 15%, 3 hari 2 malam 30%, 1 Minggu se­banyak 22% dan menjawab lain­nya sebanyak 21%. Kebanyakan wisatawan memanfaatkan ako­modasi berlokasi berada pada pusat pelayanan atau berada di pusat Kota Bogor. Sebanyak 22% wisatawan tinggal di San­tika hotel, 17% wisatawan ting­gal di Salak hotel, 6% wisatawan tinggal di Permata Hotel, 5% wisatawan tinggal di Pangrango hotel, 3% wisatawan tinggal di Puri Bali Hotel serta sebagian lagi tinggal di akomodasi yang berada di sekitar pusat kota. Pengeluaran wisatawan selama melalukan perjalanan di Kota Bogor sangat beragam, mulai dari 1000 U$ sampai 5000 U$

5. Destinasi Pariwisata dan Saran Wisatawan Wisatawan internasional kebanyakan men­gunjungi destinasi pariwisata yang memiliki akses relatif mu­dah, sama halnya dengan tipe akomodasi yang dipilih kecen­derungannya berada dipusat Kota Bogor. Kecenderungan ini menunjukan bahwa secara umum wisatawan internasional lebih memilih tinggal dipusat-pusat pelayanan publik yang infratrukturnya lebih baik dan memiliki akses yang mudah, termasuk akses ke destinasi par­wisata yang di pilih nya seperti; Kebun Raya Bogor, Museum Zo­ologi, Museum PETA dan daya tarik serta sarana rekreasi lain yang berada dipusat kota. Ma­sukan dan saran yang menarik adalah mengenai perbaikan fasilitas publik dan lingkungan. Masukan dan saran sangat pent­ing karena berfungsi sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan pariwisata Kota Bogor ke depannya. Hal pent­ing lainya dikemukakan wisa­tawan mengenai saran pengem­bangan dan perbaikan fasilitas pariwisata, sistem trasnportasi, kelestarian dan kebersihan ling­kungan, area publik dan jalur wisata yang ada di kota ini.

Pengembangan Pariwisata Kota Bogor

Mampukah Sebagai Desti­nasi Pariwisata Internasional? Pemerintah Daerah Kota Bogor memberikan komitmen dan du­kungan terhadap pengemban­gan pembangunan pariwisata di wilayahnya sesuai dengan misi kota ini yaitu “Menjadikan Bogor sebagai kota jasa yang berorentasi pada industri pari­wisata dan industry kreatif ”.

Kebijakan dan Peraturan Pariwisata Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pariwisata Pemerintah Daerah Kota Bogor melalui dinas kebu­dayaan dan pariwisata berpe­doman pada Undang-undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Implementasi pelaksanaan pembangunan pariwisata daerah berdasarkan pada dokumen perencanaan pengembangan pariwisata dae­rah (rencana induk pengem­bangan pariwisata daerah dan master plan pariwisata Kota Bogor) yang secara vertikal mengikuti hirarki kebijakan dan peraturan yang berlaku. Pada pelaksanaan pengembangan pembangunan pariwisata, Di­nas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor berkoordinasi dan kerjasama secara horizontal bersama dinas terkait lingkup sektoral pembangunan. Selain itu pada pelaksanaan teknis pengembangan pembangunan pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkoordinasi dan bekerjasama dengan selu­ruh stakeholder kepariwisataan untuk mewujudkan pembangu­nan pariwisata di wilayahnya.

Perencanaan Pariwisata Sampai saat ini, pengemban­gan pariwisata Kota Bogor seperti yang tercantum pada rencana jangka panjang 2009- 2025 dan rencana pariwisata 2010 masih fokus pada tingkat lokal, regional dan nasional. Mempertimbangkan hasil pene­litian, pembangunan pariwisata Kota Bogor memiliki potensi pengembangan untuk tingkat internasional yang dapat men­datangkan wisatawan internasi­onal dari berbagai negara sum­ber wisatawan seperti negara negara Eropa, Inggris, Amerika, Australia, dan negara-negara di Asia, khususnya negara sumber wisatawan yang memiliki kaitan sejarah dengan kota ini di masa lampau.

Upaya Pemerintah Daerah Kota Bogor Dalam Pengemban­gan Pariwisata Sesuai dengan misi Menjadikan Bogor sebagai kota jasa yang berorentasi pa­daindustri pariwisata dan indus­try kreatif. pemerintah daerah terus berupaya mengembang­kan perekonomian masyarakat dengan menitikberatkan pada jasa (industri tersier) dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi yang ada, termasuk po­tensi pariwisata.

Salah satu alternatif upaya optimalisasi pengembangan pariwisata daerah adalah me­lalui pengembangan Kota Bo­gor sebagai Suatu destinasi pariwisata internasional. Upaya pengembangan Kota Bogor seb­agai suatu destinasi pariwisata internasional membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang baik seluruh stakeholder kepariwisataan daerah di Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor berkomitmen dan mendukung pengembangan dan pemban­gunan pariwisata di wilayahnya melalui Departemen Kebuday­aan dan Pariwisata, termasuk untuk pengembangan Kota Bo­gor sebagai destinasi pariwisata internasional.

Rekomendasi Pengem­bangan Sebagai Suatu Desti­nasi Parwisata Internasional Mempertimbangkan bahasan penawaran pariwisata (destina­si, daya tarik wisata, akomodasi dan transportasi) dan permin­taan pariwisata (wisatawan in­ternasional), Kota Bogor masih memiliki peluang mengoptimal­kan potensi pariwisata daerah sebagai suatu destinasi pari­wisata internasional. Koordi­nasi dan kerjasama stakeholder kepariwisataan diperlukan un­tuk mendukung pengemban­gan potensi pariwisata supaya dapat memberikan manfaat optimal dari pembangunan pariwisata yang di laksanakan. Walaupun secara kebijakan dan perencanaan pembangunan pariwisata Kota Bogor sampai saat ini masih memprioritaskan kepada tingkat lokal, regional dan nasional atau dengan kata lain masih fokus terhadap wisa­tawan domestik, tidak menutup kemungkinan optimalisasi po­tensi pariwisata untuk pengem­bangan dan pembangunan pari­wisata ke depan lebih diperluas lagi pada tingkat internasional. Pada rangkaian Hari Jadi Bo­gor semoga dapat mendorong siklus ekonomi wisata di Kota Bogor dengan cepat sebagai suatu destinasi pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan internasional.

Simpulan dan Saran

Pariwisata sebagai integral kegiatan pembangunan suatu daerah dapat memberikan manfaat langsung dan tidak langsung bagi masyarakat. Kota Bogor merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pengembangan pariwisata, baik di tingkat lokal, regional, na­sional, maupun internasional. Beberapa potensi pariwisata diantaranya adalah; destinasi pariwisata yang berada di Kota Bogor, daya tarik wisata pendu­kung berupa bangunan pening­galan sejarah, fasilitas wisata dan pelayanan transportasi. Wisatawan internasional yang berkunjung berasal dari ber­bagai negara di dunia, seperti negara-negara Eropa, Inggris, Amerika, Australia dan negara negara di Asia. Selama melaku­kan perjalanan, wisatawan mengunjungi beberapa desti­nasi wisata dan tinggal di fasili­tas akomodasi yang ada di kota ini. Wisatawan internasional merasa dapat menikmati fasili­tas pariwisata dan merasa puas atas pengalaman perjalanan di Kota Bogor.

Pemerintah Daerah Kota Bogor berkomitmen dan mem­berikan dukungan terhadap pengembangan pembangunan pariwisata di wilayahnya sesuai dengan visi dan misi kota ini. Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pariwisata oleh Pemerintah Daerah Kota Bo­gor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berpedoman pada Undang-undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepari­wisataan. Pelaksanaan pem­bangunan pariwisata daerah mengacu pada dokumen per­encanaan pengembangan pari­wisata daerah (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Dae­rah- RIPPDA atau Master Plan Pariwisata Kota Bogor) yang diimplementasikan oleh selu­ruh stakeholder kepariwisataan Kota Bogor. Sampai saat ini, pengembangan pariwisata Kota Bogor masih fokus pada tingkat lokal, regional dan nasional atau masih fokus pada segmen pasar wisatawan domestik.

Mempertimbangkan hasil penelitian melalui pendekatan penawaran dan permintaan pariwisata Kota Bogor memiliki potensi pengembangan sebagai suatu destinasi pariwisata inter­nasional. Hal ini dapat menjadi pertimbangan Pemerintah Dae­rah Kota Bogor untuk mengop­timalkan potensi yang dimiliki untuk pengembangan pariwisa­ta daerah kedepannya. Bebera­pa rekomendasi terkait dengan pengembangan pariwisata Kota Bogor diantaranya: pengem­bangan destinasi pariwisata baru, bangunan peninggalan sebagai dukungan pengemban­gan pariwisata, pengembangan fasilitas sesuai dengan kebutu­han pada suatu destinasi atau­pun wilayah Kota Bogor secara umum, peningkatan kualitas pelayanan transportasi serta peningkatan kegiatan promosi dan pemasaran pariwisata.

# Penulis adalah Ketua BidangPariwisata Budaya dan Ekonomi Kreatif LSM BOGOR RAYA INSTITUTE “BRaIn”,
Duta Pemuda Pelopor Pariwisata
Kota Bogor 2013