Untitled-4Dikaruniai dua bayi atau lebih secara bersamaan menjadi berkah yang diharap­kan banyak orang. Namun di balik kegembiraan, ada banyak hal yang patut menjadi perhatian dan dipersiapkan untuk menyambut kehadiran si Kembar.

Terbentuknya bayi kembar juga dapat dijelaskan dari jenisnya, yaitu kembar fraternal/tidak iden­tik dan kembar identik.Kembar fraternal atau tidak identik terjadi ketika 2 sel telur berbeda dibuahi 2 sperma berbeda. Secara fisik, penampilan fisik mereka tidak akan begitu mirip. Sekadar seperti kakak-beradik pada umumnya. Penyebab terjadinya situasi ini ti­dak diketahui. Sedangkan kembar identik terjadi ketika satu sel telur yang telah dibuahi terbelah dan berkembang menjadi dua janin. Oleh karena itu, penampilan fisik keduanya akan mirip dan berjenis kelamin sama.

Sekitar 2/3 dari bayi kembar adalah kembar tidak identik. Kem­bar tiga dan lebih dari tiga dapat menjadi kembar identik atau kom­binasi keduanya. Janin yang kem­bar dapat terdeteksi saat diperiksa dengan USG pada usia kehamilan 8-14 minggu. Jika hasil pemindaian terlihat jelas, maka dokter dapat memberi tahu apakah janin bera­da dalam satu plasenta atau kem­bar identik. Meski demikian, ada kalanya hasil deteksi janin yang terindikasi kembar ternyata hanya berupa satu janin.

Baca Juga :  Simak Ini! Penyebab Bau Mulut yang Perlu Diketahui

Hamil anak kembar bukan berarti Anda perlu makan dua kali lipat dibandingkan ibu hamil biasa. Pola makan ibu hamil den­gan anak kembar pada umumnya kurang lebih sama dengan ibu hamil lain. Agar tubuh selalu cu­kup mendapat asupan vitamin dan mineral, sekaligus mencegah konstipasi, upayakan untuk se­lalu mengonsumsi makanan sehat dan seimbang yang kaya sayuran dan buah segar. Penuhi kebutu­han protein dan kalsium yang bisa didapat dari konsumsi telur matang, keju, susu, kacang, serta daging merah tanpa lemak. Jika Anda merasa sering lapar, pent­ing untuk mengonsumsi camilan yang juga sehat, seperti buah-buahan segar. Hindari makanan ringan yang tidak bergizi, seperti keripik dalam kemasan atau kem­bang gula.

Wanita yang hamil bayi kem­bar memerlukan asam folat ekstra untuk mengurangi risiko kelainan pada bayi. Jika pada kehamilan satu bayi perlu 0,4 miligram asam folat tiap hari, maka diperlukan 1 miligram per hari pada kehamilan kembar. Ibu hamil dengan bayi kembar lebih berisiko mengalami kekurangan zat besi. Oleh kare­nanya, Anda perlu mengonsumsi bahan makanan dengan kandun­gan zat besi tinggi, seperti kacang, daging merah tanpa lemak, dan sayuran hijau.

Baca Juga :  Cara Mencegah Penyebaran Amandel yang Perlu Diketahui dan Hindari

Bayi kembar umumnya cende­rung lahir pada usia kehamilan se­belum 38 minggu, sehingga waktu persiapan ibu hamil kembar lebih singkat dibandingkan ibu pada um­umnya. Makin banyak jumlah bayi yang dikandung, risiko mereka akan lahir prematur makin tinggi. Oleh karenanya bayi kembar Anda mungkin akan diberi suntikan ste­roid untuk mempercepat perkem­bangan paru-paru mereka.

Proses persalinan juga lebih mungkin akan melibatkan operasi caesar. Pada kebanyakan kasus, jika kepala bayi berada di bawah, bayi pertama dapat dikeluarkan dengan cara normal, namun diper­lukan operasi caesar untuk menge­luarkan bayi kedua. Sementara untuk bayi kembar tiga ke atas, hampir tiap persalinan dilakukan dengan caesar.

Dengan pola makan dan gaya hidup sehat serta teratur, risiko komplikasi pada wanita yang hamil kembar sebenarnya tidak lebih tinggi daripada mereka yang hamil normal. Jangan lupa pertim­bangkan untuk meminta bantuan kerabat atau menggunakan jasa pengasuh untuk membantu Anda mengasuh si Kembar setelah lahir. Menyusui dan merawat dua bayi sekaligus akan cukup membuat Anda kelelahan, belum lagi dit­ambah dengan pekerjaan rutim.

Oleh : ADILLA PW
[email protected] (*)