Untitled-7Dalam waktu dua tahun, penjualan MPV Toyota NAV-1 terekam terjun bebas. Nasib model dengan pintu geser itu kini mulai dipertanyakan.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

NAV1 mulai dipasarkan di Indonesia sejak De­sember 2012, menurut data asosiasi kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) pada bulan itu laku 40 unit. Ledakan besar terjadi sepanjang 2013, penjualan NAV1 melonjak jadi 2.830 unit.

Namun tren baik itu tidak bisa dipertahankan, sebab pada 2014 hanya mencapai 535 unit. Tahun ini, dalam peri­ode 10 bulan ( Januari – Oktober), hanya terhitung 493 unit.

Selama dua tahun (2014 dan 2015), NAV1 menjadi salah satu model dengan penjualan terburuk Toyota Astra Mo­tor. Kondisi terkini NAV1 bisa dinilai tidak menguntung­kan, sebab penjualan tidak membaik padahal model ini diimpor CKD (completely knock down) dan dirakit lokal.

Tekanan juga datang dari All-New Kijang Innova yang bakal meluncur pada 23 November 2015. Harga generasi kedua Innova itu berhimpitan dengan NAV1 yang sekarang dijual Rp 396,35 juta – 415,7 juta.

Sejak awal dipasarkan, NAV1 dirakit lokal di pabrik milik anak perusahaan Toyota Motor Manufacturing (TM­MIN), PT Sugity Creatives (Toyota Auto Body/TAB), di Bekasi, Jawa Barat. Toyota berinvestasi Rp 13 triliun untuk memulai operasi itu selama lima tahun.

Yui Hastoro S, Direktur Technical TMMIN mengung­kap produksi NAV1 sekarang hanya 100 unit per bulan. Yui tidak mau menjawab langsung pertanyaan apakah masa depan NAV1 mulai buram dan eksistensinya teran­cam. Tapi ia mengatakan, biasanya keputusan soal produk bakal diambil sesuai siklus hidup model.

“Kita punya model life, itu ada minor change atau ma­jor change seperti Innova saat ini. Di situasi seperti itu bi­asanya kita menentukan keputusan mau diteruskan atau diganti model lain,” jelas Yui.

NAV1 baru sekali mendapat penyegaran, pada 2014, itupun terbukti belum bisa membantu meninggikan minat beli masyarakat. Ditinjau dari pernyataan Yui kelanjutan masa depan NAV1 akan ditentukan setelah model baru di­luncurkan.(*)