Untitled-6Mayapada Group, perusahaan milik salah satu orang terkaya di Indonesia, Tahir MBA, serius ikut bertarung di pasar properti Kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Melalui PT Karya Bintang Gemilang, Tahir membangun pemukiman elite Sentul Alaya.

Oleh : Alfian Mujani
[email protected]

Saat ini Sentul Alaya tengah gencar memasar­kan rumah-rumah den­gan tipe menengah. Antara lain Cluster Gran­diso dengan tipe L 12 uku­ran 164/240 m2, Tipe L8 luas 120/144-160-200m2, dan Tipe L7 luas 102/126m2 atau 7×18 meter. Kemudian Cluster Alle­gro yang menawarkan bebera­pa tipe yakni Tipe 85, Tipe 73, Tipe 62, dan Tipe 53.

‘’Harganya mulai dari Rp 800.000.000,’’ kata Farlie Setiawan, bagian penjualan Sentul Alaya kepada Bogor Today, di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor, Selasa (17/11/2015).

Yang menarik, cluster yang dibangun menantu Mochtar Riady ini hampir semuanya menghadap ke lapangan golf. Rumah ini sangat cocok bagi para penikmat olah raga golf dan bagi mereka yang mem­impikan indahnya padang rumput nan hijau mengham­par luas.

Kelebiha lain dari peruma­han Sentul Laya adalah setiap clusternya memiliki ruag hijau yang luas dengan jumlah hunia yang sangat terbatas. Sebagai contoh, di Cluster Grandioso hanya terdapat 38 unir rumah saja. ‘’Sampai saat ini sudah terjual 26 unit,’’ katanya.

Saat ini, proses pembangu­nan sedang berjalan. Diperkira­kan awal tahun depan sudah rampung dan para pembeli sudah bisa melakukan serah terima kunci. Hari Minggu (22/11/2015) rencananya Tahir MBA, sang pemilik perusa­haan, akan bertandang ke ka­wasan ini untuk meresmikan pengembangan proyek baru.

Dengan didukung Mayapada Group, proses pembelian ru­mah ini juga akan menjadi lebih mudah. Pembelian lewat kredit, bisa menggunakan KPR Bank Mayapada dan bank-bank lain yang dipilih oleh calon pembeli.

Untuk pembelian yang di­lakukan saat ini, menurut Farlie, masih akan diberikan potongan harga ganda, yakni potongan harga dari sales dan potongan harga dari developer.

Diperkirakan, harga jual rumah di Sentul Alaya akan mengalami kenaikan pada awal tahun depan. Selain karena harga lahan yang terus naik, juga karena kondisi ekonomi yang diperkirakan akan semak­in membaik sehingga daya beli masyarakat meningkat.