20151126_115915Katarak ternyata bukan monopoli para lansia dan orang dewasa saja. Tetapi anak-anak di bawah lima tahun (Balita) pun bisa terkena penyakit ini. ‘’Di Bogor ada beberapa kasus katarak yang terjadi pada anak-anak di Bogor,’’ ujar Dr Rudy Soedjono Dorestia, spesialis mata kepada Bogor Today di Bogor Eye Clinic, Jalan Bangbarung no. 30 Kota Bogor, Kamis (26/11/2015)

Oleh : Alfian Mujani
[email protected]

Penyebabnya, kata Dr Rudy yang juga berpraktik di RS Azra Kota Bogor dan RS Pertamedika Sentul City, adalah vi­rus rubela dan toxo. Virus rubela bisa berasaldari si ibu anak balita tersebut, sementara virus toxo biasanya dari bulu bina­tang peliharaan seperti kucing.

Namun Dr Rudy meyakinkan agar warga ma­syarakat tidak perlu panik jika mendapati anak-anaknya yang masih balita terkena katarak. Se­bab, kini sudah ada teknologi bedah katarak yang paling mutakhir. ‘’Di Bogor sudah ada, bahkan di Bogor Eye Clinic juga sudah ada,’’ ujarnya.

Teknologi bedah katarak yang dimaksud Dr Rudy adalah Phacoemulsification. Dengan teknologi ini, bedah mata kata­rak tidak lagi ribet dan tidak memerlukan waktu terlalu lama untuk proses peny­embuhannya. ‘’Dengan teknologi ini, sayatan pada mata hanya kecil saja,’’ katanya. Lensa mata ini mirip buah mangga ada bagian kulit, daging, dan biji.

Baca Juga :  Penyebab dan Cara Mencegah Gigi Berlubang yang Perlu Kamu Ketahui

Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya. Tingkat kekeruhanya bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sam­pai keburaman total. Dalam perkembangannya katarak yang terkait dengan usia penderita dapat me­nyebabkan pengerasan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, berwarna kun­ing menjadi coklat atau putih secara bertahap. Keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru.

Kata­rak bi­asanya berlang­sung perla­han – lahan me­nye­babkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika katarak terlalu tebal. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi ham­pir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Sebuah katarak senilis, yang terjadi pada usia lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa. Kemudian pembengkakan lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan pu­tih susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan terjadi kebo­coran. Bila tidak dioperasi, katarak dapat menye­babkan glaukoma. Katarak umumnya tidak me­nyebabkan rasa nyeri.

Baca Juga :  Hati-hati, Posisi Duduk yang Salah Menyebabkan Cedera Tulang Belakang

Banyak kasus mata katarak berkembang se­cara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan akan terganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata si penderita.

Tetapi jika hal ini sangat mengganggu kesehar­ian, maka operasi merupakan prosedur yang sangat butuhkan. Kabar baiknya prosedur operasi pengang­katan katarak mata aman dan efektif untuk dilaku­kan. Selain itu, pemerintah Indonesia sekarang su­dah menyediakan operasi mata katarak secara gratis. ‘’Intinya, para penderita katarak tidak perlu cemas. Kini banyak rumah sakit swasta dan klinik-klinik mampu menangani katarak dengan baik,’’ katanya