‘Puasa adalah perisai selama yang bersang­kutan tidak merusak.’ Lalu ada yang bertanya, ‘Dengan apa merusaknya?’ Jawab Rasulullah SAW, ‘Dengan berbohong atau bergunjing.’

Jadi, kejujuran adalah salah satu tujuan dan kunci keberhasilan puasa kita. Kita pun menjalani puasa Ramadhan dengan penuh ke­jujuran. Tidak ada orang yang memulai harin­ya dengan makan sahur, lalu di luar rumah dia secara sembunyi-sembunyi makan atau minum. Tentu kejujuran itu dijaganya tidak hanya dalam makan dan minum, tetapi juga dalam hubungan fisik suami istri.

Mengapa kita bisa menjaga kejujuran dalam masalah dan minum serta hubungan suami istri itu yang sifatnya personal, tetapi tidak (kurang?) bisa menjaga kejujuran dalam masalah lain yang juga menyangkut (merugi­kan) kepentingan orang lain? Padahal, setelah Indonesia merdeka, kita telah mengalami lebih dari 60 kali berpuasa Ramadhan. Per­tanyaan tersebut patut diajukan kalau kita melihat praktik penyelenggaraan negara dan kenyataan dalam kehidupan masyarakat kita yang tidak menunjukkan indikator kejujuran yang jelas dan nyata.

BACA JUGA :  HARI KEBANGKITAN NASIONAL PERLU PELURUSAN SEJARAH?

Maka, kita perlu bertanya apakah ada yang salah dalam cara kita berpuasa? Di mana salahnya dan bagaimana memperbaikinya? Tentu amat sulit untuk menjawab pertanyaan itu. Salah satu caranya ialah belajar dengan sungguh-sungguh untuk menerapkan perilaku jujur di dalam kehidupan kita sehari-hari.

BACA JUGA :  HARI KEBANGKITAN NASIONAL PERLU PELURUSAN SEJARAH?

Kejujuran adalah dasar dari kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kejujuran adalah persyaratan utama pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang berlandas­kan prinsip saling percaya, kasih sayang, dan tolong-menolong. Kejujuran adalah inti dari akhlak yang merupakan salah satu tujuan dari diutusnya Rasulullah oleh Allah SWT (Innama buitstu li’utammima makaarimal akhlaq).

Seorang ulama menyatakan bahwa hakikat kejujuran ialah mengatakan sesuatu dengan jujur di tempat (situasi) yang tidak ada ses­uatu pun yang menjadi penyelamat kecuali kedustaan.

============================================================
============================================================
============================================================