31611_10_penyebab_rambut_beruban_secara_prematur_2Ketika Anda melihat ada untai rambut berwarna keperakan, pasti sulit untuk tidak merasa panik. Apalagi, jika Anda merasa belum waktunya Anda beruban.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Warna rambut dipengaruhi oleh melanin, pigmen yang sama yang me­nentukan warna kulit dan warna mata Anda. Dengan berjalannya usia, rambut Anda mulai kehilangan melanin, menurut American Academy of Dermatology. Akhirnya rambut berubah warna menjadi abu-abu perak, atau putih, kata Angela Lamb, M.D., dokter kulit di The Mount Sinai Hos­pital.

Baca Juga :  Untuk Dapat Manfaat Mandi Air Hangat, Cek Dulu Suhu yang Direkomendasikan Dokter

Stres bisa mempercepat proses ini. Stres juga diketahui dapat memicu kerontokan rambut. Ada penelitian yang menunjukkan, bahwa stres dapat benar-benar mengubah warna rambut Anda. Dan tentu saja, hal ini tidak terjadi dalam semalam. Perubahan warna rambut adalah proses bertahap.

Jennifer Lin, seorang dokter kulit yang melakukan penelitian biologi molekuler di Dana-Farber, Harvard Cancer Center, di Boston, menjelas­kan, “Ada bukti bahwa ekspresi lokal dari hormon stres memediasi sinyal yang menginstruksikan melanosit untuk mengantar melanin ke kerati­nosit. Jika sinyal yang terganggu, melanin tidak akan dapat memberi­kan pigmen pada rambut Anda.”

Baca Juga :  Ini Dia Kebiasaan Sehari-hari yang Menjadi Penyebab Gagal Ginjal

Untuk sebagian besar kasus, penyebab uban dini adalah faktor genetik. Namun, faktor-faktor lain juga ber­peran. Misalnya, merokok dan gaya hidup yang penuh tekanan.


2 KOMENTAR

  1. Stress menjadi salah satu penyebab penyakit lainnya, Terimakasih banyak. ijin bantu share juga dampak dampak buruk radiasi elektromagnetik terhadap kesehatan manusia, terutama dampak buruk jangka pendek, salah satunya adalah stress, bisa di cek disini http://www.indonesu.co.id/blog
    biar makin banyak masyarakat kita yang sadar akan dampak buruk radiasi, sehingga lebih bijak dalam menggunakan perangkat telekomunikasi digitalnya.
    salam sehat selalu.

Comments are closed.