635976359403957712-1820793100_stress3BEBERAPA pecandu kerja mungkin rent­an terhadap gangguan kesehatan mental, dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, demikian kata se­buah penelitian terbaru.

Gangguan yang dimaksud termasuk kecemasan, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan obsesif kom­pulsif atau obsesive compulsive disorder (OCD) dan depresi, kata penulis studi.

Temuan yang berdasarkan penelaahan terhadap lebih dari 15.000 warga Norwe­giaini, menunjukkan bahwa “melakukan pekerjaan yang ekstrim mungkin meru­pakan tanda dari masalah kejiwaan yang dalam,” kata pemimpin penulis studi Ce­cilie Schou Andreassen, seorang psikolog klinis di University of Bergen, di Norwegia .

Baca Juga :  Inilah Manfaat Vitamin C untuk Kulit Sehat yang Perlu Diketahui

Penelitian ini tidak menyelidiki sebab dan akibat, sehingga tidak jelas bagaimana masalah kesehatan mental dan kerja paksa bisa saling terkait. Atau apakah orang yang bekerja keras ha­rus diberi label sebagai pecandu kerja.

Baca Juga :  Inilah Kebiasaan yang Menyebabkan Gigi Berlubang, Simak Ini

Para ahli mengatakan perbedaan antara keduanya dapat sangat membingungkan. “Dapat dikatakan bahwa istilah gila kerja sering disalahgunakan. Sering, dalam sebagian besar kasus, itu adalah perilaku kerja yang normal,” kata Schou Andreassen.