
“Kalau nantinya PermenÂtan 139 jadi direvisi, maka peraturan yang sama seperti Permendag biasanya langsung otomatis disesuaikan. Sebelum Permentan baru keluar nanti, biasanya dikoordinasikan di Kemenko Perekonomian,†terang Muladno.
“Kalaupun Permendag beÂlum juga berubah setelah revisi Permentan, aturan baru PerÂmentan tetap bisa dijalankan. Itu dibolehkan sebagai diskresi Presiden,†Muladno menamÂbahkan.
Tanpa Untung
PT Indoguna Utama, salah satu perusahaan importir sapi, menjual langsung daging sapi seharga Rp 70.000/kg. Daging tersebut merupakan daging impor beku asal Australia berÂjenis 95 CL.
Direktur Indoguna Utama, Juard Effendi, mengungkapÂkan pihaknya tak mengambil untung dalam menjalankan inÂtruksi Mentan tersebut.
“Nggak ada untung, bisa cek harga jual di luar. Berapa setelah kena bea masuk, kita hanya bantu pemerintah tuÂrunkan harga daging,†kata Juard ditemui di lokasi pasar murah daging Indoguna, di PolÂsek Duren Sawit, Jakarta, Jumat (17/6/2016).
Indoguna menyiapkan stok 1.000 ton daging beku yang seÂharusnya dipakai untuk bulan depan, untuk digelontorkan ke pasar dalam 2 pekan ke depan. “Ini untuk 2 minggu saja, gelÂontori 1.000 ton. Katanya kan mau diganti stoknya oleh MenÂtan (lewat izin impor baru),†jelas Juard.
Dia mengungkapkan, untuk membantu memuluskan target pemerintah dalam menekan harga daging tersebut, peruÂsahaannya menargetkan bisa berkontribusi dengan membuÂka 30 titik penjualan langsung. “Kita sekarang baru 6 titik. BeÂsok kita harapkan tingkatkan sampai 30 titik sampai 1.000 ton keluar semua. Untuk kuarÂtal kedua kita ajukan 13.000 ton, sekarang dalam proses,†tandasnya. (Yuska Apitya/dtk)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















