
Pencairan kumulatif tersebut adalah sampai pondasi 40 % dari plafon, tutup atap 80 %dari plafon, dan pada saat seÂrah terima berita acara 90 %, dan jika sudah sampai akta jual beli maka 100 %.
Pelonggaran yang diberikan BI ini tidak hanya disambut baik bagi para calon pembeli rumah, melainkan juga bank-bank pelat merah. Pasalnya, kebiÂjakan ini diperkirakan akan menaikkan pengajuan KPR baru oleh nasabah di sektor properti.
Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sis Apik WijayÂanto, mengatakan aturan ini juga akan semakin menggairahkan sektor properÂti, selain juga mendorong aplikasi baru KPR, sehingga dapat meningkatkan outÂstanding pinjaman KPR BRI.
Sis mengatakan, porsi KPR terhadap total kredit BRI selama ini memang relaÂtif kecil, hanya tujuh persen, dengan target pertumbuhan kredit 17 % sampai 18 %. “Dengan adanya LTV tersebut, diÂharapkan pertumbuhan kredit sampai akhir tahun bisa mencapai 20 % year-on-year (yoy),†kata Sis.
Senada dengan Sis, Direktur ConsumÂer Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, mengatakan manajemen merespons positif relaksasi dari BI. Harap maklum, hingga Mei 2016, pertumbuhan KPR di BNI masih tergolong lesu.
Ketentuan baru mengenai LTV membuat manajemen optimistis untuk merealisasikan pertumbuhan KPR sebeÂsar 11 % hingga akhir tahun. Awalnya, bank pelat merah tersebut menargetÂkan pertumbuhan KPR di kisaran 9-10 %. Saat ini pertumbuhan KPR BNI baru sekitar empat persen.
Namun, ternyata pelonggaran ini tidak begitu menguntungkan bagi Bank Tabungan Negara (BTN). Direktur Keuangan PT BTN (Persero) Tbk, Iman Nugroho menilai, bagi BTN, relaksasi LTV itu memang kurang berpengaruh, karena unit KPR subsidi BTN tidak terÂdampak relaksasi tersebut.
Selain itu, mayoritas KPR nonsubsiÂdi (komersial) di BTN hampir semuanya merupakan tipe di bawah 70 meter perÂsegi, yang juga tidak terkena dampak relaksasi aturan LTV. Relaksasi ini lebih berpengaruh pada rumah tipe besar dan segmen kelas menengah atas.
Menurut Iman, BTN lebih banyak memberi kredit rumah tipe 36 meter persegi. Meski begitu, BTN menargetÂkan pada tahun ini pertumbuhan kredit KPR subsidi bisa mencapai sekitar 24 % hingga 26 %. Sedangkan KPR nonsubÂsidi bisa tumbuh sekitar 16 % sampai 18 % secara year on year.
(Yuska Apitya/dtk)-(ed:Mina)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














