
Aher juga menyampaikan, laporan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, sudah bilang sebelumnya pasti ada penÂingkatan dan penumpukan kendaraan yang dimulai di hari Minggu. Bahwa masyarakat banyak yang check out di hotel-hotel seÂcara bersamaan terutama untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. “Sudah ketahuan sama kita, darimana data itu? Kita dapat dari Persatuan Hotel dan Restoran IndoÂnesia (PHRI). Ternyata ada peningkatan 75 persen yang check outnya banyak banget, mereka gerak dalam waktu yang bersaÂmaan juga, numpuk lagi kan†terang Aher.
Meskipun sudah banyak pemudik yang telah pulang ke kota asal, dan arus kendaraÂan di jalur Jawa Barat sudah mulai kembali normal, Aher memprediksi menyebutkan sisa-sisa pemudik pada arus balik masih akan terjadi hingga akhir pekan nanti. DiÂkarenakan, masih banyak masyarakat di luar kota yang masih beraktivitas di daerah wisata. Momen ini pun bertepatan dengan masa liburan anak sekolah dan kembali maÂsuk pada hari Senin (18/ 7) mendatang.
“Diperkirakan masih banyak pemudik yang berlibur, sisa-sisa kendaraan pemudik yang akan balik akan terjadi pada Sabtu-Minggu ini. Tidak sedikit juga masyarakat yang tidak terikat dengan jam kerja kedinaÂsan, mereka ambil cuti untuk instansi non pemerintah.
Kedapannya Aher berharap untuk menÂgatasi kemacetan saat arus mudik dan balik, pemerintah pusat dan daerah setiap tahunÂnya akan ada penambahan dan perbaikan infsrastruktur jalan, terutama untuk jalur tol di Jabar pembangunannya bisa diteruskan hingga ke ujung pulau Jawa. “Kita upayakan terus untuk ditambah, sebagai jalur trans Jawa di bagian Jawa Barat sudah selesai, tinggal diteruskan sampai ke Jateng dan Jatim. Untuk saat ini Pemerintah di Jawa Barat, punya kewajiban untuk memperbaiki jalur-jalur di luar tol terutama untuk jalur alternatif di kawasan utara yah, yang harus kita perbaiki,†pungkasnya.
Data Polda Jawa Barat menunjukkan, jumlah pemudik dan balik dari H-6 hingga H+ 4 ternyata mengalami penurunan jumÂlah kendaraan jika dibandingkan tahun 2015 lalu. «Jumlah penurunan kendaraan baik roda dua dan roda empat hingga H+4 baik untuk arus mudik dan balik da penuÂrunan sekitar 7 persen,» ungkap Kabid HuÂmas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Jabar, Selasa (12/7/2016).
Yusri merinci dari data yang dicatat oleh Polda Jabar untuk tahun ini pemuÂdik berjumlah 2.949.190 jiwa. Kendaraan roda empat lebih dominan dibanding roda dua. “Motor sebanyak 1.073.622 unit, moÂbil 1.875.568, unit,†jelasnya.
Yusri melanjutkan jutaan kendaraan melintas di tiga jalur Jawa Barat, yakni tenÂgah, selatan, dan utara yang mengarah ke wilayah timur pulau Jawa. Di jalur pantura sebanyak 1.333.909 pemudik motor dan mobil melintas, jalur selatan (1.106.693), dan jalur tengah (452.009).
Tahun 2015 lalu pada hari yang sama, lanjut Yusri, ada 3.164.523 pemudik melinÂtas. Situasi arus balik terhitung dari H+1 samÂpai dengan H + 4, jumlah kendaraan yang melintas di Jawa Barat, mengalami penuÂrunan. Disebutkan Yusri untuk roda dua yang yang melintas kawasan tengah, selatan, dan utara mengarah ke Jakarta sebanyak 702.194 unit, dan roda empat sebanyak 977.389 unit.
“Di bandingkan dengan tahun lalu tentu arus balik kali ini ada penurunan sebesar 6 persen. Jumlahnya untuk roda dua dan empat lebaran tahun ini yang sudah balik ke kota asal 1.679.583. KaÂlau tahun 2015 lalu di hari yang sama tercatat 1.788.893 unit,†tandasnya. Yusri menambahkan untuk data arus balik Lebaran 2016 masih dalam penghiÂtungan petugas di lapangan.â€Untuk saat ini masih terus dihitung, karena dimungkinkan masih akan ada arus balik hingga akhir peÂkan nanti,†pungkasnya.
Pemerintah minta maaf dan mengakui salah prediksi soal jalur mudik Lebaran 2016. “Jadi pikiran kita, ‘mesti (ada) jalan tol nih’. Jadi double itu kan, cuti tetap ada, tapi ini justru jalan tol itu meningkatkan miÂnat masyarakat untuk naik mobil (pribadi),†ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka SeÂlatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2016). JK mengakui di tahun 2005 dirinya mengusulkan pelaksanaan cuti bersama 9 hari dengan tujuan masyarakat dapat meÂmanfaatkan waktu untuk mudik sehingga tidak menimbulkan macet. Namun seiring berkembangnya pendapatan masyarakat, maka semakin tinggi juga kepemilikan kendaraan pribadi. “Kita terlalu yakin denÂgan jalan tol itu. Semua orang yakin, akhÂirnya bertumpuklah itu,†tambahnya. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















