
Padahal kata Eko, semua perangkat dari mulai aturan hukum dan lain-lainnya suÂdah siap. Bahkan Kementerian Dalam Negeri melalui GuberÂnur Jawa Barat telah melayangÂkan surat, yang isinya antara lain meminta kekosongan jabatan Wakil Bupati seceÂpatnya diisi.
“Wilayah Kabupaten Bogor itu kan luas, masalahnya sanÂgat komplek, dari kerusakan infrastruktur hingga penangguÂlangan angka kemiskinan. SeÂmua persoalan itu tak mungkin diselesaikan Bupati seorang diri, makanya perlu adanya pendamping,†ujarnya.
Ditempat terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi kepada awak media mengatakan keputusan siÂdang paripurna soal pengisian jabatan Wabup itu akan ditinÂdaklanjuti dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus). “Saya baik sebagai pimpinan DPRD maupun Ketua Partai Golkar Kabupaten Bogor memiliki pendangan yang sama dengan fraksi-fraksi lainnya yang ada di DPRD,†katanya.
Ade mengatakan, masalah pengisian Wabup ini sepeÂnuhnya tergantung dari pimpiÂnan partai yang menjadi penÂgusung pasangan Rachmat Yasin dan Nurhayanti, pada Pemilukada 2013 lalu, karena penentuan siapa yang akan diusulkan mengikuti pemiliÂhan orang nomor dua di Bumi Tegar Beriman itu kewenanÂgannya ada di partai bukan di fraksi.
“Pimpinan DPRD pada DeÂsember 2015 lalu sudah menÂg i r i m k a n surat keÂpada para ketua parÂtai penÂg u s u n g , untuk menÂgusulkan nama-nama kadernya. Golkar sendiri, sudah mengusulÂkan nama HidayÂat Royani,†jeÂlasnya.
Surat pimpinan DPRD itu kata pria yang akrab disapa Jaro Ade, untuk meninÂdaklanjuti keluarnya surat dari Kementerian Dalam NegÂeri. “Pimpinan parpol koalisi sebelumnya pernah dua kali bertemu membahas m a s a l a h pengisian W a b u p yang teraÂkhir di Hotel Aston , †pungkasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















