Kepala BNN Budi Waseso menempelkan stiker bertuliskan "Stop Narkoba" di kaca Circle K Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (26/11). Kegiatan "Gerakan Stop Narkoba tersebeut merupakan kerjasama BNN dengan APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) Jatim untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba serta menaggulangi penyebaran narkoba di tempat berkumpul berbasis warung waralaba. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH) 26-11-2015
Kepala BNN Budi Waseso menempelkan stiker bertuliskan “Stop Narkoba” di kaca Circle K Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (26/11). Kegiatan “Gerakan Stop Narkoba tersebeut merupakan kerjasama BNN dengan APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) Jatim untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba serta menaggulangi penyebaran narkoba di tempat berkumpul berbasis warung waralaba.
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)
26-11-2015

BANDUNG TODAY- Tembakau Gorilla dan cairan ‘Blue Safir’ diketahui beredar di Indonesia. Dua produk tersebut termasuk golongan narkotik yang baru saja ditemukan BNN. Apa reaksi Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek soal dua produk narkotik tersebut?
“Itu kan mengandung zat nikotin dan zat lainnya. Terus dihisap. Ya lebih berbahaya karena langsung ke paru-paru loh,” kata Nila di Rumah Sakit Mata Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Minggu (5/2/2017).

Baca Juga :  Resep Masakan Perkedel Teri Renyah

Tembakau Gorilla berbahaya karena bercampur narkotik sintetis. Ketika mengonsumsi tembakau gorilla seseorang bisa alami halusinasi, euforia luar biasa, dan juga rasa tenang. Efek ini akan bertahan dalam hitungan jam tapi bisa juga hingga seharian penuh.

Baca Juga :  Resep Masakan Kalio Ayam dan Kentang Khas Minang

Sedangkan narkotik jenis baru yaitu jenis 4-klorometkatinon atau 4-CMC yang beredar di Indonesia berbentuk cair berwarna biru dengan kemasan jual bernama ‘Blue Safir’ dan ‘Snow White’. Nila meminta masyarakat untuk mengawasi produk narkotik tersebut.