JAKARTA TODAY- Peluang lonjakan permintaan properti berpotensi mendorong kenaikan harga rumah. Tahun ini, harga rumah dan properti hunian diproyeksikan naik tinggi, utamanya selepas kuartal I.

Totok Lusida, Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia (REI) memperkirakan, harga properti hunian pada tahun ini bisa naik antara 10%-20%. Salah satu pemicunya adalah arus dana masuk dari program amnesti pajak. “Untuk penempatan uang dari luar negeri, properti menjadi peluang paling stabil karena tidak mengalami penyusutan nilai,” ungkapnya.

16608_20-10-2015_19-17-21_

Dia menyatakan, lantaran program amnesti pajak masih berjalan, penjualan properti hunian, terutama segmen menengah atas, cenderung stagnan di kuartal I ini. Dia optimistis, selepas kuartal I, penjualan properti akan lebih ramai.

Direktur Pemasaran Perumnas Muhammad Nawir menyatakan, harga rumah tipe kecil tahun ini bisa naik 10%. Selain didorong kenaikan harga tanah dan bahan bangunan, kenaikan UMP berandil terhadap kenaikan harga properti hunian. Tahun ini, Perumnas berencana membangun sebanyak 36.000 unit rumah yang tersebar di seluruh Indonesia.