JAKARTA TODAY- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menganggarkan kurang lebih sebesar Rp 709 miliar untuk penanganan banjir di sejumlah daerah. Namun, untuk penanganan banjir saat ini terkendala dengan masalah pembebasan lahan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, mengatakan, bahwa sebanyak Rp 709 miliar itu, dialokasikan untuk beberapa program. “Untuk program normalisasi saluran air (kali dan sungai) saja Rp 200 miliar. Lalu untuk normalisasi waduk sebesar Rp 400 miliar,” kata Teguh di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2017).

Baca Juga :  AS Mengalami Kerugian Mencapai 5,4 Miliar Dolar, Terkait Pinjaman Bantuan COVID-19

Jumlah itu, tambah Teguh, belum termasuk pembebasan lahan untuk waduk Ciawi, Bogor. Luasnya 15 hektar. Selain itu, lanjut mantan Camat Pulogadung tersebut, pihaknya juga melanjutkan program pembuatan sumur resapan. Pihaknya menganggarkan setiap tahun sebesar kurang lebih Rp 30 miliar.

Baca Juga :  Resep Masakan Oseng Hati dan Ampela Ayam

“Tahun ini kami bangun paling banyak di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sebanyak 1.000 titik. Kami tempatkan di lokasi-lokasi rawan banjir. Karena tidak semua wilayah bisa dibangun sumur resapan,” kata Teguh.