JAKARTA TODAY- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai dampak rencana kenaikan suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR) Bank Sentral Amerika (The Federal Reserve/The Fed) di bulan Maret ini terhadap perekonomian Indonesia tidaklah besar.

Menurutnya, dampak kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan hanya berlangsung dalam jangka pendek saja. Sebab, rencana kenaikan suku bunga telah diketahui dan telah diantisipasi bahkan bukan hanya oleh Indonesia, namun juga seluruh negara di dunia.

Baca Juga :  Siap-siap AS Bakal Kena Resesi di Tahun 2023 Ini

“Ada dampaknya tapi tidak besar. Selama ini, semua perekonomian sudah mengantisipasi bahwa ini akan terjadi. Tapi sudah diperhitungkan (price in), misalnya (dampaknya) seminggu, lalu tenang lagi,” ujar Darmin di kantornya, Senin (6/3).

Adapun dampak yang diperkirakan hanya jangka pendek tersebut, lanjut Darmin, karena merujuk pada kondisi fundamental ekonomi Tanah Air yang diklaimnya cukup kuat.

Darmin bilang, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02 persen sepanjang tahun lalu menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat, bahkan berada di posisi tiga terbesar, setelah China 6,7 persen, dan India 7,3 persen di tahun lalu.

Baca Juga :  Bank Pembiayaan AS, Mulai Mengurangi Kredit Kendaraan

Kemudian, pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat tersebut, lanjut Darmin, juga didukung dengan kinerja sektor perdagangan yang baik dengan neraca pembayaran yang bagus pula pada tahun lalu.