JAKARTA TODAY- Terpidana kasus korupsi proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Angelina Sondakh alias Angie mengaku menerima uang US$ 2.000 atau sekitar Rp26,6 juta (kurs Rp13.307) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada tahun 2010.

Uang itu, kata Angie, dibagikan oleh mantan Ketua Komisi X DPR Mahyudin pada sejumlah anggota Komisi X dari fraksi Demokrat, termasuk dirinya. Angie mengungkapkan itu saat menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi (P3SON) di Hambalang dengan terdakwa Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (15/5).  “Kami tidak tahu ini uang apa karena haram hukumnya nanya-nanya. Kalau dikasih ya diterima, kalau enggak ya sudah. Waktu itu kami dapat dari Pak Mahyudin,” ujar Angie.

Baca Juga :  Diduga Bakal Tawuran, Satpol PP Padang Tangkap 4 Pelajar yang Samurai

Belakangan, uang itu diduga berkaitan dengan proyek pembangunan lanjutan P3SON di Hambalang. Angie mengatakan, uang itu dibagikan pada sejumlah anggota Komisi X DPR saat kunjungan kerja ke Palembang.

Mahyudin, kata dia, saat itu menjadi pimpinan kunjungan kerja sekaligus ketua panitia kerja proyek Hambalang. “Saya waktu itu enggak berangkat jadi uangnya diberikan melalui staf Pak Mahyudin,” katanya.

Usai pembagian uang tersebut, lanjut Angie, sejumlah rekannya di Komisi X sempat mengeluhkan bahwa jumlah US$2.000 dari Kemenpora terlalu sedikit. “Sambil bercanda saja kok dikit sekali dari Kemenpora,” tuturnya.

Dalam kasus korupsi Proyek Hambalang, Angie telah divonis 10 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Hukuman itu merupakan hukuman yang diterima Angie berdasarkan Peninjauan Kembali yang diajukannya pada 2015. Hukuman Angie lebih rendah dibandingkan dengan hukuman yang diterimanya saat kasasi. Di tahap Kasasi Angie dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Baca Juga :  Resep Masakan Sup Kimlo

Selain penerimaan uang, dalam kesaksiannya, Angie juga sempat menyinggung rapat sejumlah anggota DPR yang dilakukan di Hotel Atlet Century, Jakarta.

Tapi, Angie membantah memimpin rapat yang membahas soal penambahan anggaran proyek Hambalang tersebut. Sebagai anggota badan anggaran, Angie mengaku tak berwenang memimpin rapat.