Menurutnya, anak-anak Indonesia terutama di Bogor lebih tertarik dengan gadget-nya atau handphone, bahkan dongeng yang menurut mereka (anak-anak) hal yang membosankan. Padahal dengan mendengar dongeng anak bisa menjadi cerdas, dan dongeng adalah budaya yang diturunkan nenek moyang yang harus dijaga.

Baca Juga : Mantan Anggota Polisi Rampok Rumah Modusnya Penggerebekan Narkoba

“Pernah saya mendongeng dihadapan anak-anak SMA, ditengah lapangan yang saat itu cuaca sedang terik. Saya berpikir bagaimana ketika saya mendongeng anak-anak itu tidak meninggalkan lapangan dan tetap mendengarkan. Alhamdulilah, mereka tertarik dengan apa yang saya sampaikan. Sampai kepala sekolahnya takjub,”kisahnya.

BACA JUGA :  Uji Tanding ke Malaysia, Cabor Anggar Kota Bogor Siap Hadapi Negara-Negara Tangguh Asia

Dengan julukan pendekar oleh banyak orang dilatari karena bentuk fisiknya yang pendek, gendut dan kekar. Yang jika disingkat menjadi kata pendekar. Selain itu, saat membawakan dongeng, ia sering menirukan gaya layaknya seorang pendekar.

BACA JUGA :  Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Jepang, Belanda, dan Australia Berjuang Amankan Tiket 32 Besar

Baca Juga : Penyaluran BST di Cikaret Abaikan Prokes Petugas Tak Dibekali Thermogun

Dirinya berharap, kedepan dapat menyebar virus mematikan agar orangtua mau mendongeng kepada anak karena banyak orangtua tidak suka mendongeng.

“harapan Kang Didin ingin membuat gerakan wajib mendongeng, supaya dongeng yang merupakan warisan nenek moyang kita tetap terjaga,” tutupnya.
(B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================