BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Bupati Bogor, Ade Yasin meminta pemerintah pusat mengkaji secara komprehensif terkait penerapan sistem ganjil genap bagi kendaraan yang akan masuk ke wilayah Puncak, Kabupaten Bogor.

Ade menyebut, jangan sampai berganti aturan tetapi tidak ada dampak apa-apa. Jadi, kata Ade pemerintah juga harus memikirkan masyarakat di kawasan Puncak, karena di sana (puncak) terdapat potensi ekonomi, pariwisata dan lain sebagainya, sehingga aturan tersebut nantinya bisa berjalan bersamaan dengan kepentingan masyarakat Puncak.

BACA JUGA :  ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota, Momentum Hari Lahir Pancasila Perkuat Peran Desa

“Saya minta juga kepada Dirjen Perhubungan Darat untuk mengkaji ini secara komprehensif,” pinta Ade, Kamis (9/9/2021).

Menurutnya, sistem buka tutup yang sebelumnya diterapakan dinilai tidak efektif untuk menanggulangi kemacaetan di wilayah Selatan Kabupaten Bogor itu. Jadi akan ada pengganti aturan yang masih dalam proses kajian.

Dengan demikian, masyarakat dari luar maupun dari Bogor sendiri dapat tetap berwisata dengan nyaman tanpa mengganggu warga setempat dan lalu lintas lancar. Untuk mewujudkan itu, dirinya akan mengajak masyarakat puncak untuk dapat berdiskusi.

BACA JUGA :  Pengemudi Microsleep, Toyota Fortuner Terguling di KM 30 Jagorawi

“Jangan sampai kita membuat kebijakan tapi tidak mengajak masyarakat untuk berbicara,”katanya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi menjelaskan bahwa saat ini tengah menyiapkan regulasi sebagaimana arahan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi untuk menampung aspirasi masyarakat, agar rancangan peraturan menteri yang sedang dirumuskan nantinya bisa komprehensif.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================