Pemprov jabar

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), resmi batalkan kenaikan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) Bogor 2022.  Hal itu sudah ditetapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Pembatalan kenaikan UMK tersebut dibenarkan Bupati Bogor, Ade Yasin. Menurutnya, untuk UMK tetap menggunakan upah tahun 2021.

“Tidak ada kenaikan, jadi untuk UMK 2022 tetap menggunakan upah tahun 2021 dan itu sudah diputuskan oleh Gubernur Jabar,” kata Ade, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga :  5 Bahaya Buah Lemon Untuk Perawatan Kulit Wajah

Sebelumnya, Ade Yasin menyebut telah mengirim surat rekomendasi dengan nomor 561/1355-Disnaker, yang berisi rekomendasi untuk Gubernur Jawa Barat itu untuk menaikkan UMK tahun 2022 sebesar 7,2 persen.

Ade menambahkan, rekomendasi itu disampaikannya untuk menampung asprasi para buruh, karena tidak ada kesepakatan antara serikat buruh dan pengusaha.

Baca Juga :  Polisi Buru Pelaku Pembacokan Remaja di Cibinong

Selain itu, pembatalan naiknya upah tersebut juga dikarenakan sudah tingginya
UMK tahun 2021 di Kabupaten Bogor. Yakni sebesar Rp4.217.206,00

Dikabarkan sebelumnya, kenaikan UMK Bogor 2022 ditolak Dinas Pihak Ketiga (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bogor. Keputusan tersebut dianggap menyalahi aturan PP 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua