“Jualan seblak pak, lumayan lah bantu bantu suami walau untungnya gak seberapa. Di rumah ini kita tinggal 7 orang pak. Saya, suami dan anak saya 2, dan keluarga dari Kaka kandung saya juga tinggal di rumah gubuk ini pak,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Karsa membangun salah satu program Pancakarsa milik Bupati Bogor, Ade Yasin rupanya belum bisa dikatakan berjalan sesuai harapan masyarakat miskin yang tinggal di pelosok Kabupaten Bogor, pasalnya masih ada rakyat Ade Yasin yang tinggal di gubuk reot.

BACA JUGA :  PWI Kabupaten Bogor Apresiasi Pemkab Bogor atas Raihan WTP Dua Tahun Berturut-turut

Salah satunya Eha (31), warga Kampung Bojong Kancas RT 04/06, Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu). Lebih dari 3 tahun Eha dijanjikan bakal dibantu pemerintah untuk merehab rumah bilik milinya, namun hingga saat ini janji itu hanya sebatas angin surge.

“Waktu itu, pak lurah dating ke rumah saya untuk meminta KTP dan Kartu Keluarga (KK) milik saya, sama RTnya juga dating ke rumah saya,” tutur Eha kepada Bogor Today, Minggu (26/12/2021).

BACA JUGA :  Tidak Terprovokasi, Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Kompak Jaga Kondusifitas Kabupaten Bogor 

Impian Bupati Ade Yasin untuk mengentaskan Rutilahu di Bumi Tegar Beriman hingga tahun ini (2021, red) hanya isapan jempol semata. Kepala desa sebagai representatif Pemkab Bogor sempat menjanjikan di tahun 2021 akan mendapatkan bantuan, tapi kenyataannya sampai akhir tahun ini belum juga dipenuhi janjinya.

“Kalau bantuan dari desa hanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) yang bantuan Covid-19, itu waktu awal-awal Corona sekarang engga lagi,” ungkapnya. (Didin/CR)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================