Dikabarkan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan adanya potensi gempa besar dari megathrust Selat Sunda dengan kekuatan magnitudo 8,7 dan berpotensi tsunami.

Melansir kompas tv, Senin (17/1/2022) Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan potensi gempa itu dikarenakan segmen megathrust Selat Sunda merupakan salah satu zona seismik gap di Indonesia, yang selama ratusan tahun belum terjadi gempa besar.

BACA JUGA :  10 Strategi Memasak Hemat agar Pengeluaran Makan Tetap Terkendali di Tengah Kenaikan Harga

Menurutnya, gempa Ujung Kulon, Banten Jumat (14/1/2022) lalu, sebenarnya bukan ancaman sesungguhnya.

Karena, segmen megathrust Selat Sunda mampu memicu gempa dengan magnitudo tertarget mencapai 8,7.

Daryono mengimbau, ancaman gempa besar itu perlu diwaspadai karena dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan gempa terjadi.

BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

“Gempa besar di Selat Sunda itu bisa jadikan alarm,” tukas Daryono (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================