bencana
Sejumlah anak - anak sedang bermain di area pengungsian korban bencana alam banjir bandang Kecamatan Sukajaya.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Lebih dari dua tahun warga kroban bencana alam di wilayah Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor terus menggantungkan harapan bantuan berupa tempat tinggal yang layak dari pemerintah.

Harapan untuk mendapatkan hunian tetap (Huntap) pun terkabul, namun meski harus kembali menelan rasa kecewa, karena pembangunan Huntap belum bisa dirasakan secara menyeluruh oleh warga yang menjadi korban bencana alam pada awal tahun 2020 lalu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) menyiapkan sebanyak 467 unit Huntap. Namun, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor  hanya mampu mengcover 142 unit untuk Kecamatan Sukajaya di Desa Cisarua dan Desa Cileuksa.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Mengenaskan di Tanjungsengkuang, Bau Busuk Tercium dari Rumah yang Terkunci

“Tentunya ini menjadi kabar baik bagi warga korban bencana, namun sepertinya kami para kepala desa masih harus berjuang, karena bantuan Huntap dari pemerintah itu bertahap,” ujar Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi.

Pria yang akrab disapa Apih Ujang itu, akan terus memperjuangkan rakyatnya dengan mendorong kembali dalam perubahan anggaran, agar target di tahun 2023 seluruh warga korban bencana sudah menempati hunian tetap.

Baca Juga :  Resep Sederhana Nastar Pulen dan Yummy

“Warga sudah jenuh dua tahun tinggal di hunian sementara (Huntara) atau pengungsian. Tentunya, tinggal pengungsian sangat beresiko bagi kesehatan warga, terlebih yang memiliki anak kecil,” tutur Apih Ujang.

Faktor kesehatan dan sikologis tumbuh kembang anak korban bencana alam yang tinggal dipengungsian harusnya menjadi program penanganan prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, karena menyangkut masa depan putra asli Bumi Tegar Beriman