Soal Pembeliah Lahan di Bawah Sutet Pakai Uang Rakyat Sebesar Rp 17,5 Miliar, Sekda Hanya Berani Evaluasi

Menurutnya, usulan pembangunan SMPN 4 Citeureup di Desa Leuwinutug itu setidaknya di kaji ulang jika harus membeli lahan. Sebab, masih ada lahan fasos fasum yang dapat dipakai untuk realisasi pembangunan.

“Bupati sendiri menyampaikan di dalam pendapatnya pengadaan itu jika peruntukannya tidak skala prioritas ya setidaknya di kaji ulang,” tandasnya.

Alangkah baiknya, lanjut Bibih, anggaran sebesar Rp 17,5 miliar yang sudah diajukan untuk pembelian lahan diperuntukkan dalam realisasi pembangunan SMPN 4 Citeureup.

BACA JUGA :  T.O.P Umumkan Fan Meeting Solo Perdana di Jakarta, Digelar September 2026

“Kalau memang itu jadi skala prioritas cari aja lahan fasos fasum. Jangan beli lah, lalu uangnya untuk membangun gedungnya, karena masih banyak sekolah-sekolah yang memerlukan dana,” tegas dia.

Politisi Golkar itu menyarankan agar pembelian lahan tersebut bisa dialihkan menggunakan lahan fasus fasum supaya polemik pembelian lahan tak disoalkan.

BACA JUGA :  Investasi Rp6,29 Triliun Masuk, Indonesia Perkuat Hilirisasi Nikel Lewat Pabrik Bahan Baterai Kendaraan Listrik

“Kami setuju untuk realisasi pembangunan itu tapi yang terbaik adalah Rp 17,5 miliar digunakan untuk fisik dan cari lahan fasos fasum yang produktif,” tutupnya.***

 

Penulis : Mutia Dheza Cantika

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================