
“Benzema tidak ada hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, yang menurutnya terkenal buruk. Ini jelas-jelas penghinaan,” ujar pihak Benzema.
Efek yang diterima Benzema selepas mendukung Palestina tak sampai di situ. Senator Prancis, Valerie Boyer, menyerukan agar pemerintah mencabut status kewarganegaraan dan mencopot gelar Ballon d’Or yang didapatnya pada 2022 lalu.
“Jika pernyataan Menteri Dalam Negeri itu benar, kita harus mempertimbangkan sanksi terhadap Karim Benzema. Sanksi awalnya yang bersifat simbolis adalah pencopotan gelar Ballon d’Or darinya. Terakhir, kita harus meminta agar kewarganegaraannya dicabut,” kata Boyer.***
BACA JUGA : Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News















