
Ayam kodok adalah kreasi kuliner yang diperkenalkan oleh orang Belanda selama masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Menurut sejarawan kuliner Fadly Rahman ayam kodok merupakan hasil kreasi orang Belanda yang menggunakan bahan-bahan yang tersedia di Indonesia.
Inspirasi untuk hidangan ini datang dari hidangan Perancis yang disebut “ballotine” dan “galantin” yang menggunakan daging cincang.
Resep pertama kali muncul dalam buku masak Indonesia yang diterbitkan oleh koki Belanda, yang memuat resep “gevulde kip,” yaitu ayam utuh yang diisi dengan daging cincang dan rempah.
Asal nama ayam kodok
Tentang asal-usul nama “ayam kodok,” nama ini tidak muncul begitu saja. Berdasarkan penuturan jurnalis senior dan penulis buku “Indonesian Dishes and Desserts,” Hiang Marahimin, yang juga dilansir oleh The Jakarta Post, setelah dimasak, bentuk ayam kodok menjadi melebar dan pipih karena tidak ada tulangnya. Dari sini, nama “ayam kodok” pun berasal.
Demikian informasi singkat tentang ayam kodok yang menjadi salah satu hidangan makan siang tiga capres di Istana Merdeka. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















