Sushi Inari: Camilan Sederhana dengan Sejarah Suci dari Jepang

Sushi Inari
Sushi Inari. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Sushi inari mungkin tidak sepopuler sushi roll atau nigiri, namun jenis sushi ini menyimpan keistimewaan dari sisi sejarah yang erat kaitannya dengan dewa Inari dalam kepercayaan Shinto di Jepang.

Sushi ini terbuat dari nasi sushi yang dibungkus dalam kantong kulit tahu goreng manis, dikenal sebagai aburaage atau inari age.

Proses pembuatannya sederhana, tetapi rasa autentiknya membuatnya digemari sebagai camilan maupun hidangan pelengkap.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Asal Usul dan Legenda Rubah Inari

Sejarah sushi inari masih diperdebatkan, namun banyak catatan menyebutkan asalnya dari Nagoya sekitar 300 tahun lalu, sebelum kemudian populer di Edo (Tokyo).

Nama sushi inari terinspirasi dari rubah inari, hewan mitologis yang diyakini sebagai utusan dewa Inari dalam agama Shinto.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tantang Lakshya Sen di Indonesia Open 2026, Ini Fakta Menarik Jelang Duel

Menurut legenda, rubah inari menyukai kulit tahu goreng, sehingga makanan ini diberi nama sushi inari.

Penyajiannya bervariasi di tiap daerah: di Jepang timur berbentuk persegi dan berisi nasi polos, sementara di Jepang barat berbentuk segitiga dengan isian nasi yang dicampur sayuran atau bahan lain, menyerupai telinga rubah.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================